السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam rangka memperkuat internalisasi nilai-nilai budaya Melayu berbasis keislaman, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menghadirkan tradisi makan berhidang sebagai bagian integral dari rangkaian Kenduri Budaya yang digelar pada Sabtu (25/4/2026) di Laboratorium Khazanah Melayu kampus.
Kegiatan
ini berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, serta dihadiri
oleh Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A bersama jajaran tokoh adat,
pimpinan perguruan tinggi, serta civitas academica STAIN SAR Kepri. Tradisi
makan berhidang menjadi penutup rangkaian kegiatan yang sarat nilai akademik,
spiritual, dan kultural.
Dalam
pelaksanaannya, para tamu undangan duduk bersila mengelilingi hidangan yang
disajikan dalam satu dulang, sesuai dengan tata cara adat Melayu. Nuansa
kearifan lokal semakin terasa dengan penggunaan busana tradisional seperti baju
kurung dan songket, yang mencerminkan identitas budaya serta penghormatan
terhadap warisan leluhur.
Ketua
STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag, menyampaikan bahwa tradisi makan
berhidang tidak sekadar dimaknai sebagai aktivitas makan bersama, melainkan
sebagai medium edukatif dalam menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kesetaraan,
dan etika sosial.
“Makan
berhidang merupakan representasi nilai kebersamaan dan penghormatan dalam
budaya Melayu, yang penting untuk diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Secara
filosofis, tradisi makan berhidang mengandung makna mendalam tentang kesetaraan
sosial, di mana setiap individu berbagi hidangan yang sama tanpa sekat status.
Praktik ini juga menanamkan sikap saling menghargai, menunggu, dan berbagi,
yang menjadi fondasi dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat.
Selain
itu, nilai kesederhanaan dan rasa syukur turut tercermin dalam tradisi ini.
Hidangan yang dinikmati bersama menjadi simbol keberkahan rezeki yang dibagi
secara adil, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan di antara peserta yang
hadir.
Kehadiran
Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A dalam kegiatan ini semakin menegaskan
pentingnya sinergi antara agama dan budaya dalam membangun peradaban. Tradisi
makan berhidang diposisikan tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga
sebagai instrumen pembelajaran karakter yang relevan dengan nilai-nilai
keislaman.
Melalui
kegiatan ini, STAIN SAR Kepri menegaskan komitmennya dalam menjadikan kampus
sebagai pusat pelestarian dan pengembangan khazanah Melayu yang terintegrasi
dengan pendidikan Islam. Tradisi makan berhidang diharapkan dapat terus
dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya yang adaptif dan
berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi masa depan. (LF/Juwita)
PENGUMUMAN DAFTAR ULANG SPAN 2026