السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tradisi Makan Berhidang Warnai Kunjungan Sekjen Kemenag RI di STAIN SAR Kepri, Perkuat Nilai Kebersamaan Melayu

  • 25 April 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 59
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam rangka memperkuat internalisasi nilai-nilai budaya Melayu berbasis keislaman, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menghadirkan tradisi makan berhidang sebagai bagian integral dari rangkaian Kenduri Budaya yang digelar pada Sabtu (25/4/2026) di Laboratorium Khazanah Melayu kampus.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, serta dihadiri oleh Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A bersama jajaran tokoh adat, pimpinan perguruan tinggi, serta civitas academica STAIN SAR Kepri. Tradisi makan berhidang menjadi penutup rangkaian kegiatan yang sarat nilai akademik, spiritual, dan kultural.

Dalam pelaksanaannya, para tamu undangan duduk bersila mengelilingi hidangan yang disajikan dalam satu dulang, sesuai dengan tata cara adat Melayu. Nuansa kearifan lokal semakin terasa dengan penggunaan busana tradisional seperti baju kurung dan songket, yang mencerminkan identitas budaya serta penghormatan terhadap warisan leluhur.

Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag, menyampaikan bahwa tradisi makan berhidang tidak sekadar dimaknai sebagai aktivitas makan bersama, melainkan sebagai medium edukatif dalam menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kesetaraan, dan etika sosial.

“Makan berhidang merupakan representasi nilai kebersamaan dan penghormatan dalam budaya Melayu, yang penting untuk diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Secara filosofis, tradisi makan berhidang mengandung makna mendalam tentang kesetaraan sosial, di mana setiap individu berbagi hidangan yang sama tanpa sekat status. Praktik ini juga menanamkan sikap saling menghargai, menunggu, dan berbagi, yang menjadi fondasi dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat.

Selain itu, nilai kesederhanaan dan rasa syukur turut tercermin dalam tradisi ini. Hidangan yang dinikmati bersama menjadi simbol keberkahan rezeki yang dibagi secara adil, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan di antara peserta yang hadir.

Kehadiran Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A dalam kegiatan ini semakin menegaskan pentingnya sinergi antara agama dan budaya dalam membangun peradaban. Tradisi makan berhidang diposisikan tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai instrumen pembelajaran karakter yang relevan dengan nilai-nilai keislaman.

Melalui kegiatan ini, STAIN SAR Kepri menegaskan komitmennya dalam menjadikan kampus sebagai pusat pelestarian dan pengembangan khazanah Melayu yang terintegrasi dengan pendidikan Islam. Tradisi makan berhidang diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya yang adaptif dan berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi masa depan. (LF/Juwita)