السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menerima kunjungan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A dalam rangka pelaksanaan Kenduri Budaya yang digelar pada Sabtu (25/4/2026) di Laboratorium Khazanah Melayu STAIN SAR Kepri. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam merawat, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai luhur kebudayaan Melayu yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.
Turut
hadir dalam kegiatan tersebut Ketua STAIN SAR Kepri Dr. H. Muhammad Faisal,
M.Ag, Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau Dato’ Seri Setia Utama
H. Raja Al Hafiz Raja Ismail, Ketua Lembaga Adat Melayu Kota Tanjungpinang
Dato’ Wira Setia Utama Dr. Drs. H. Muhamad Juramadi Esram, S.H., M.T., M.H,
serta Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bintan Dato’ Wira Setia Utama Syahri,
S.AP.
Hadir
pula Dewan Penyantun STAIN Sultan Abdurrahman Kepri Drs. H. Hardi Hood, M.Si.,
Ph.D, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. H.
Zoztafia, S.Ag., M.Pd.I, Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau Prof. Dr. Hj. Leni
Novianti, S.E., M.S., M.Si., Ak., CA, Ketua STAIN Majene Prof. Dr. Wasilah
Sihabuddin, S.T., M.T, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Kepulauan
Riau Jumhari, S.S., M.Hum, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau
Herry Andrianto, S.E., M.M, serta Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau
Dr. Titik Wijarnati, S.S., M.A.
Rangkaian kegiatan berlangsung secara khidmat dan sarat makna, meliputi kuliah umum, mukadimah jejak sejarah Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II, penganugerahan warkah kehormatan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, tradisi tepuk tepung tawar, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara STAIN SAR Kepri dan Badan Wakaf Indonesia Kepulauan Riau, peresmian Laboratorium Khazanah Melayu, serta makan berhidang sebagai simbol kebersamaan dan kearifan lokal.

Dalam
sambutannya, Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan
bahwa kegiatan Kenduri Budaya ini merupakan bagian dari komitmen institusi
dalam mengintegrasikan nilai akademik, spiritual, dan kultural dalam
pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Sementara
itu, dalam kuliah umum, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A menekankan
pentingnya sinergi antara agama dan budaya sebagai fondasi dalam membangun
peradaban bangsa. Ia menyampaikan bahwa budaya memiliki peran fundamental dalam
menjaga dan melestarikan nilai-nilai agama, sementara agama memberikan arah dan
panduan agar budaya tetap berkembang secara konstruktif.
Lebih
lanjut, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A menyoroti bahwa peradaban besar
dunia, seperti Tiongkok, Yunani, dan Jepang, menunjukkan kontribusi fundamental
budaya dalam mendorong kemajuan suatu bangsa. Dalam konteks Indonesia, ia
menegaskan bahwa peradaban Melayu merupakan identitas autentik yang harus terus
dijaga dan dikembangkan di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi.
“Budaya memiliki peran yang sangat fundamental dalam membangun peradaban, dan karena itu harus terus kita jaga, rawat, dan kembangkan sebagai kekuatan bangsa,” ujarnya.

Ia
juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai instrumen transformasi karakter,
tidak semata sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagai sarana
internalisasi nilai-nilai budaya, seperti mencintai diri sendiri, menghargai
sesama, dan menjaga lingkungan. Nilai-nilai tersebut dinilai krusial dalam
membentuk sumber daya manusia yang berintegritas, berkarakter, dan berdaya
saing.
Kegiatan
ini sekaligus menandai penguatan peran STAIN SAR Kepri sebagai pusat
pengembangan khazanah Melayu yang terintegrasi dengan pendidikan Islam. Melalui
peresmian Laboratorium Khazanah Melayu, kampus ini diharapkan menjadi ruang
akademik yang produktif dalam mengkaji, melestarikan, serta mengembangkan
warisan budaya Melayu secara berkelanjutan.
Dengan
terselenggaranya Kenduri Budaya ini, STAIN SAR Kepri menegaskan komitmennya
dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada
keunggulan akademik, tetapi juga pada pelestarian nilai-nilai budaya dan
kontribusi nyata dalam pembangunan peradaban bangsa. (LF)
PENGUMUMAN DAFTAR ULANG SPAN 2026