السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (S-2 MPI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat lanjutan persiapan teknis yang diselenggarakan oleh Pusat Penjaminan Mutu (P2M) STAIN SAR Kepri di Ruang Rapat Dosen Gedung Baru pada Senin (13/7/2026).
Rapat
dihadiri Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., Kepala P2M Dr.
M. Taufiq, M.S.I., Ketua Program Studi S-2 MPI Dr. Fadhila Yonata, M.Pd., unsur
pimpinan, tim akreditasi, dosen, serta tenaga kependidikan yang terlibat dalam
pelaksanaan asesmen lapangan.
Dalam
arahannya, Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan
bahwa seluruh tim harus memiliki pemahaman yang sama terhadap berbagai
perkembangan terbaru terkait mekanisme asesmen, termasuk memperkuat kesiapan
menghadapi pertanyaan-pertanyaan krusial yang berpotensi diajukan oleh asesor.
Menurutnya,
pengalaman dari pelaksanaan asesmen program studi sebelumnya perlu dijadikan
bahan evaluasi sekaligus referensi untuk menyusun strategi yang lebih matang.
"Kita
harus benar-benar memahami dinamika asesmen dan berbagai kebijakan terbaru.
Seluruh tim perlu mengetahui poin-poin penting yang menjadi perhatian asesor
sehingga setiap pertanyaan dapat dijawab secara komprehensif, berbasis data,
dan selaras dengan dokumen akreditasi," tegasnya.
Muhammad Faisal juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi isu-isu strategis yang biasanya menjadi perhatian asesor, seperti daya tarik program studi, kualitas tata kelola, pengelolaan akademik, hingga berbagai indikator yang tercantum dalam dokumen akreditasi.

Lebih
lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh civitas academica harus memiliki target
yang sama, yakni meraih predikat Baik Sekali.
"Target
kita jelas, yaitu memperoleh predikat Baik Sekali. Jika target ini dapat kita
capai, maka akan menjadi motivasi sekaligus pengalaman berharga bagi program
studi lain dalam mempersiapkan proses akreditasi berikutnya. Karena itu, mari
kita satukan semangat, satu tujuan, dan satu komitmen untuk memberikan hasil
terbaik bagi institusi," ujarnya.
Sementara
itu, Kepala P2M STAIN SAR Kepri, Dr. M. Taufiq, M.S.I., menjelaskan bahwa
secara umum pola pertanyaan asesor pada asesmen lapangan relatif memiliki
karakteristik yang sama dengan program studi kependidikan lainnya. Namun
demikian, setiap tim tetap harus memperkuat pemahaman terhadap substansi
dokumen akreditasi dan berbagai indikator penilaian.
Ia
menyampaikan bahwa P2M akan terus melakukan pendampingan melalui simulasi dan
penguatan narasi bagi seluruh tim agar semakin siap menghadapi asesmen.
"Kami
akan terus melakukan penguatan melalui simulasi dan pendampingan. Seluruh
jawaban harus mengacu pada data yang terdapat dalam dokumen akreditasi sehingga
penyampaian informasi tetap konsisten, terukur, dan sesuai dengan kondisi riil
program studi," jelasnya.
Pada
kesempatan yang sama, Ketua Prodi S-2 MPI, Dr. Fadhila Yonata, M.Pd.,
menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah memberikan dukungan dalam
proses persiapan asesmen lapangan.
Ia menjelaskan bahwa berbagai aspek teknis pelaksanaan telah dipersiapkan secara rinci, mulai dari penyambutan asesor, penyusunan jadwal kegiatan, pembagian tugas setiap tim, hingga kesiapan seluruh dokumen pendukung yang akan dikonfirmasi selama asesmen berlangsung.

Menurutnya,
koordinasi yang solid menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh rangkaian
asesmen dapat berjalan lancar.
"Kami
mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan,
serta tim akreditasi yang terus memberikan dukungan penuh. Semoga seluruh
ikhtiar yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan
capaian terbaik bagi Program Studi Magister MPI," ungkapnya.
Rapat
juga membahas secara rinci alur pelaksanaan asesmen lapangan selama tiga hari,
termasuk agenda pembukaan, sesi bersama pimpinan, konfirmasi dokumen, wawancara
dengan dosen, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, hingga observasi sarana dan
prasarana pendukung pembelajaran.
Melalui
rapat koordinasi ini, STAIN SAR Kepri kembali menegaskan komitmennya dalam
menjaga budaya mutu serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan
tinggi. Persiapan yang dilakukan secara menyeluruh diharapkan mampu mendukung
keberhasilan Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam dalam meraih
hasil akreditasi terbaik. (LF/Gby)