السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Momentum kunjungan Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A ke Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau dalam rangka Kenduri Budaya, Sabtu (25/4/2026), dimanfaatkan sebagai ruang akademik melalui penyampaian kuliah umum yang menekankan pentingnya sinergi antara agama dan budaya dalam membangun peradaban bangsa.
Dalam
forum ilmiah yang dihadiri civitas academica dan para pemangku kepentingan
kebudayaan Melayu tersebut, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A menegaskan
bahwa agama dan budaya merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan.
Menurutnya, budaya berperan sebagai medium yang melestarikan nilai-nilai agama,
sementara agama memberikan arah normatif agar budaya berkembang secara
konstruktif dan berkelanjutan.
Ia
menjelaskan bahwa sejarah peradaban dunia menunjukkan bahwa kemajuan suatu
bangsa tidak terlepas dari kekuatan budayanya. Peradaban besar seperti
Tiongkok, Yunani, dan Jepang, menurutnya, menjadi bukti bahwa budaya memiliki
kontribusi fundamental dalam mendorong kemajuan dan daya saing suatu negara.
Dalam konteks Indonesia, ia menekankan bahwa peradaban Melayu merupakan
identitas autentik yang harus terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan.
“Budaya memiliki peran yang sangat fundamental dalam membangun peradaban, dan karena itu harus terus kita jaga, rawat, dan kembangkan sebagai kekuatan bangsa,” tegasnya dalam kuliah umum tersebut.
.jpeg)

Lebih
lanjut, ia menggarisbawahi bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagai
instrumen transformasi karakter. Pendidikan, menurutnya, tidak cukup dimaknai
sebagai proses transfer pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi
harus mampu menjadi sarana internalisasi nilai-nilai budaya yang membentuk
kepribadian. Nilai-nilai seperti mencintai diri sendiri, menghargai sesama, dan
menjaga lingkungan dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun sumber daya
manusia yang berintegritas dan berdaya saing.
Dalam
perspektif tersebut, perguruan tinggi keagamaan Islam, termasuk STAIN SAR
Kepri, memiliki tanggung jawab strategis dalam mengintegrasikan nilai keislaman
dan kebudayaan dalam proses pendidikan. Hal ini penting untuk melahirkan
generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara
karakter dan berakar pada identitas budaya bangsa.
Kuliah
umum ini sekaligus mempertegas peran STAIN SAR Kepri sebagai institusi akademik
yang berkomitmen mengembangkan khazanah Melayu dalam bingkai keilmuan Islam.
Melalui penguatan laboratorium dan kajian kebudayaan, kampus diharapkan menjadi
pusat pengembangan peradaban Melayu yang adaptif terhadap tantangan globalisasi
dan disrupsi teknologi.
Dengan
penyampaian gagasan tersebut, kuliah umum Sekjen Kemenag RI tidak hanya menjadi
forum akademik, tetapi juga menjadi refleksi strategis bagi sivitas akademika
dalam merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi yang berbasis nilai,
budaya, dan peradaban. (LF)
PENGUMUMAN DAFTAR ULANG SPAN 2026