السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kuliah Umum Sekjen Kemenag RI di STAIN SAR Kepri: Sinergi Agama dan Budaya sebagai Fondasi Peradaban Bangsa

  • 25 April 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 69
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Momentum kunjungan Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A ke Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau dalam rangka Kenduri Budaya, Sabtu (25/4/2026), dimanfaatkan sebagai ruang akademik melalui penyampaian kuliah umum yang menekankan pentingnya sinergi antara agama dan budaya dalam membangun peradaban bangsa.

Dalam forum ilmiah yang dihadiri civitas academica dan para pemangku kepentingan kebudayaan Melayu tersebut, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A menegaskan bahwa agama dan budaya merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, budaya berperan sebagai medium yang melestarikan nilai-nilai agama, sementara agama memberikan arah normatif agar budaya berkembang secara konstruktif dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa sejarah peradaban dunia menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari kekuatan budayanya. Peradaban besar seperti Tiongkok, Yunani, dan Jepang, menurutnya, menjadi bukti bahwa budaya memiliki kontribusi fundamental dalam mendorong kemajuan dan daya saing suatu negara. Dalam konteks Indonesia, ia menekankan bahwa peradaban Melayu merupakan identitas autentik yang harus terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan.

“Budaya memiliki peran yang sangat fundamental dalam membangun peradaban, dan karena itu harus terus kita jaga, rawat, dan kembangkan sebagai kekuatan bangsa,” tegasnya dalam kuliah umum tersebut.


Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagai instrumen transformasi karakter. Pendidikan, menurutnya, tidak cukup dimaknai sebagai proses transfer pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi harus mampu menjadi sarana internalisasi nilai-nilai budaya yang membentuk kepribadian. Nilai-nilai seperti mencintai diri sendiri, menghargai sesama, dan menjaga lingkungan dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing.

Dalam perspektif tersebut, perguruan tinggi keagamaan Islam, termasuk STAIN SAR Kepri, memiliki tanggung jawab strategis dalam mengintegrasikan nilai keislaman dan kebudayaan dalam proses pendidikan. Hal ini penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan berakar pada identitas budaya bangsa.

Kuliah umum ini sekaligus mempertegas peran STAIN SAR Kepri sebagai institusi akademik yang berkomitmen mengembangkan khazanah Melayu dalam bingkai keilmuan Islam. Melalui penguatan laboratorium dan kajian kebudayaan, kampus diharapkan menjadi pusat pengembangan peradaban Melayu yang adaptif terhadap tantangan globalisasi dan disrupsi teknologi.

Dengan penyampaian gagasan tersebut, kuliah umum Sekjen Kemenag RI tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi refleksi strategis bagi sivitas akademika dalam merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi yang berbasis nilai, budaya, dan peradaban. (LF)