السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN SAR Kepri Resmi Lepas 370 Mahasiswa KKN Reguler 2025, Siap Berkontribusi untuk Negeri

  • 10 Juli 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 289
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebanyak 370 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau resmi dilepas untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahun 2025. Prosesi pelepasan berlangsung pada Kamis, 10 Juli 2025, bertempat di halaman Rektorat STAIN SAR Kepri, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan akademik.

Hadir dalam acara tersebut Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bintan bidang Administrasi Umum, dr. Gama AF Isnaeni, Plt. Camat Teluk Sebong, Nuraini, S.Sos., seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), panitia KKN, serta unsur pimpinan STAIN SAR Kepri. Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag.

Ketua Panitia KKN 2025, Muhammad Arif Hudaya, Lc., M.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa KKN tahun ini tersebar di 32 titik lokasi. Satu lokasi di Belakangpadang Batam, tiga titik di Kabupaten Lingga, satu titik di Pulau Pangkil, satu titik di Desa Kelong, dan 26 titik di Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.


"Kami berharap kehadiran mahasiswa di wilayah-wilayah ini dapat semakin memperkenalkan STAIN SAR Kepri hingga ke pelosok negeri," ujar Muhammad Arif.

Sementara itu, Asisten III Setda Kabupaten Bintan, dr. Gama AF Isnaeni, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa STAIN SAR Kepri dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui kegiatan KKN. Ia berharap para mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas di bidang keagamaan, tetapi juga turut menggali data sosial, ekonomi, dan budaya yang dapat menjadi masukan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Bintan.

"Saya ingatkan kepada seluruh mahasiswa untuk selalu menjaga keselamatan diri, menaati aturan lalu lintas, dan menjaga nama baik institusi selama berada di lapangan," pesannya.


Dalam sambutannya, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menekankan bahwa KKN merupakan bagian integral dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan ini bernilai empat SKS dan menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu di lapangan. Kami berharap mahasiswa mampu berkolaborasi dengan masyarakat, memahami konteks lokal, dan membawa semangat transformasi sosial yang islami dan humanis,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya etika, kedisiplinan, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat, termasuk para tokoh adat, perangkat desa, dan lembaga keagamaan.


“Jangan lupa, apapun yang dilakukan mahasiswa harus tetap dalam koordinasi dengan DPL dan panitia. Selalu jaga kekompakan tim dan hindari sikap individualisme,” pesan Dr. Faisal.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan kampus juga menginformasikan bahwa seluruh peserta KKN telah diasuransikan sebagai bentuk perlindungan selama masa pengabdian. STAIN SAR Kepri juga telah menyiapkan tim monitoring untuk meninjau langsung pelaksanaan KKN di lapangan.

Kegiatan ditutup dengan penyematan secara simbolis topi kepada perwakilan mahasiswa KKN, disaksikan oleh seluruh undangan yang hadir. Dengan semangat kolaboratif lintas program studi dan semangat pengabdian, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai keislaman, kemelayuan, dan kemanusiaan ke tengah masyarakat. (LF/Gby)