السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebanyak 370 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau resmi dilepas untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahun 2025. Prosesi pelepasan berlangsung pada Kamis, 10 Juli 2025, bertempat di halaman Rektorat STAIN SAR Kepri, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan akademik.
Hadir
dalam acara tersebut Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bintan
bidang Administrasi Umum, dr. Gama AF Isnaeni, Plt. Camat Teluk Sebong,
Nuraini, S.Sos., seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), panitia KKN, serta
unsur pimpinan STAIN SAR Kepri. Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Ketua
STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag.
Ketua Panitia KKN 2025, Muhammad Arif Hudaya, Lc., M.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa KKN tahun ini tersebar di 32 titik lokasi. Satu lokasi di Belakangpadang Batam, tiga titik di Kabupaten Lingga, satu titik di Pulau Pangkil, satu titik di Desa Kelong, dan 26 titik di Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.


"Kami
berharap kehadiran mahasiswa di wilayah-wilayah ini dapat semakin
memperkenalkan STAIN SAR Kepri hingga ke pelosok negeri," ujar Muhammad Arif.
Sementara
itu, Asisten III Setda Kabupaten Bintan, dr. Gama AF Isnaeni, menyampaikan
apresiasi atas keterlibatan mahasiswa STAIN SAR Kepri dalam mendukung
pembangunan masyarakat melalui kegiatan KKN. Ia berharap para mahasiswa tidak
hanya menjalankan tugas di bidang keagamaan, tetapi juga turut menggali data
sosial, ekonomi, dan budaya yang dapat menjadi masukan strategis bagi
Pemerintah Kabupaten Bintan.
"Saya ingatkan kepada seluruh mahasiswa untuk selalu menjaga keselamatan diri, menaati aturan lalu lintas, dan menjaga nama baik institusi selama berada di lapangan," pesannya.


Dalam sambutannya, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menekankan bahwa KKN merupakan bagian integral dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan
ini bernilai empat SKS dan menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk
mengaplikasikan ilmu di lapangan. Kami berharap mahasiswa mampu berkolaborasi
dengan masyarakat, memahami konteks lokal, dan membawa semangat transformasi
sosial yang islami dan humanis,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya etika, kedisiplinan, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat, termasuk para tokoh adat, perangkat desa, dan lembaga keagamaan.


“Jangan
lupa, apapun yang dilakukan mahasiswa harus tetap dalam koordinasi dengan DPL
dan panitia. Selalu jaga kekompakan tim dan hindari sikap individualisme,”
pesan Dr. Faisal.
Dalam
kesempatan tersebut, pimpinan kampus juga menginformasikan bahwa seluruh
peserta KKN telah diasuransikan sebagai bentuk perlindungan selama masa
pengabdian. STAIN SAR Kepri juga telah menyiapkan tim monitoring untuk meninjau
langsung pelaksanaan KKN di lapangan.
Kegiatan
ditutup dengan penyematan secara simbolis topi kepada perwakilan mahasiswa KKN,
disaksikan oleh seluruh undangan yang hadir. Dengan semangat kolaboratif lintas
program studi dan semangat pengabdian, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi
agen perubahan yang membawa nilai keislaman, kemelayuan, dan kemanusiaan ke
tengah masyarakat. (LF/Gby)
PENGUMUMAN DAFTAR ULANG SPAN 2026