Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu, Berteraskan Ilmu Sebanyak 62 mahasiswa penerima Bidikmisi dan 50 mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah mengikuti Pembinaan Bidikmisi on going Tahun Akademik 2020/2021 bertempat di Auditorium STAIN Sultan Abdurrahman Selasa, (16/02/2021).

Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. Berbeda dari beasiswa yang berfokus pada memberikan penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi. Walaupun demikian, syarat prestasi pada bidikmisi ditujukan untuk menjamin bahwa penerima bidikmisi terseleksi dari yang benar-benar mempunyai potensi dan kemauan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

Sementara Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) adalah salah satu upaya untuk membantu asa para siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi tetapi berprestasi secara akademik untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi. Program KIP-Kuliah sendiri baru dimulai pada tahun 2020.

Kegiatan pembinaan bertujuan untuk monitoring tentang capaian kinerja prestasi mahasiswa bidikmisi angkatan 2018, 2019, dan mahasiswa KIP-Kuliah angkatan 2020.

Kepala Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan (Kasubbag AK) STAIN SAR Kepri Dvi Afriansyah, S.Pd.I menyampaikan kekhawatirannya  bahwa masih ada beberapa mahasiswa yang mendapatkan nilai IP yang turun, makanya perlu diadakan monitoring kemajuan studi. Lebih lanjut disampaikan bahwa kewajiban dari penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah adalah mematuhi kontrak kinerja dengan perguran tinggi penyelenggara, dan berperan aktif dan berkontribusi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Pada paparannya Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAIN SAR Kepri, Fahmi Fikri, S.Ag. M.Si menyampaikan bahwa bahwa tujuan dari program Bidikmisi dan KIP-Kuliah adalah untuk memberikan bantuan mahasiswa Indonesia menjadi pintar sehingga diharapkan setiap mahasiswa penerima program ini harus terus berupaya untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasinya.

“Pertahankan IP minimal 3,2 tiap semester, jika dibawah standar yang sudah ditentukan maka resikonya akan dikeluarkan dari program beasiswa ini.” Ujarnya.

Pada akhirnya beliau berpesan agar kebersamaan tetap terjaga, saling berbagi,  menggunakan beasiswa dengan bijak untuk keperluan studi, dan meraih prestasi.

Pada Kesempatan tersebut juga dilakukan pemilihan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Bidikmisi dan KIP-Kuliah periode 2021 . Terpilih Sukma Hidayat sebagai ketua dari progam studi Ilmu Alqur’an dan Tafsir (IAT) dan Rudi Apriandi sebagai sekretaris dari progam studi Hukum Keluarga Islam (HKI). (Luluk)

    LINK LAYANAN