السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau Kelompok 2 Pulau Ladi menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis public speaking bagi siswa SD Negeri 006 Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Program yang dilaksanakan secara rutin setiap Selasa dan Kamis ini bertujuan menumbuhkan keberanian, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun rasa percaya diri siswa sejak usia sekolah dasar sebagai bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan.
Kegiatan
tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah yang memberikan ruang
kolaborasi bagi mahasiswa KKN untuk terlibat langsung dalam proses
pembelajaran. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai pendamping belajar,
tetapi juga sebagai fasilitator yang menghadirkan metode pembelajaran kreatif,
interaktif, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.
Pada
pembelajaran di kelas III, mahasiswa memperkenalkan konsep dasar public
speaking melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Salah satu kegiatan yang dilakukan ialah menceritakan gambar, di mana siswa
diajak mengamati ilustrasi sederhana, menyusun ide, memilih kosakata, kemudian
menyampaikan cerita di hadapan teman-temannya.
Selain
itu, siswa juga diminta menulis pengalaman pribadi selama masa liburan. Tulisan
tersebut kemudian dijadikan bahan latihan untuk dibacakan di depan kelas
sebagai sarana melatih keberanian berbicara di depan umum sekaligus
mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan secara runtut.
Suasana
belajar semakin hidup melalui kegiatan bernyanyi dan permainan edukatif bertema
cita-cita. Melalui aktivitas tersebut, siswa diajak mengenali impian dan
harapan mereka di masa depan, sekaligus membangun keberanian untuk
mengungkapkan pendapat di hadapan teman-teman sekelas. Pendekatan tersebut
menjadi media yang efektif dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan keterampilan
komunikasi sejak dini.
Sementara
itu, pada pembelajaran di kelas V, materi public speaking dikembangkan melalui
konsep yang lebih komprehensif dengan memperkenalkan metode DTK
(Datang–Tampil–Kembali). Metode ini menekankan bahwa kemampuan berbicara di
depan umum tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi, tetapi juga
mencakup etika, sikap, dan tata krama ketika tampil di hadapan audiens.
Melalui
metode tersebut, siswa dibimbing untuk memahami cara berjalan menuju depan
kelas dengan sikap yang baik, berdiri dengan percaya diri, menyampaikan materi
secara tenang dan terstruktur, hingga kembali ke tempat duduk dengan tetap
menjaga kesopanan. Mahasiswa juga memberikan demonstrasi secara langsung
sebelum siswa mempraktikkan setiap tahapan secara bergantian.
Untuk
menjaga antusiasme peserta didik, kegiatan diselingi dengan berbagai ice
breaking yang membuat suasana pembelajaran lebih menyenangkan dan dinamis.
Antusiasme siswa tampak ketika mereka secara bergantian mempraktikkan teknik
public speaking yang telah dipelajari. Langkah-langkah sederhana menuju depan
kelas menjadi pengalaman awal bagi mereka untuk mengatasi rasa malu serta
membangun kepercayaan terhadap kemampuan diri.
Perwakilan
mahasiswa KKN Kelompok 2 Pulau Ladi menyampaikan bahwa pembelajaran public
speaking dirancang tidak semata-mata untuk meningkatkan kemampuan berbicara,
tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar lebih percaya diri dalam
berkomunikasi.
"Kami
berharap melalui kegiatan ini siswa tidak hanya berani berbicara di depan
kelas, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan dengan sopan, menghargai
audiens, serta memiliki kepercayaan diri yang akan menjadi bekal penting dalam
proses pendidikan maupun kehidupan mereka di masa depan," ungkapnya Rabu, (29/7/2026).
Melalui
program tersebut, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri berupaya menghadirkan
pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik,
tetapi juga penguatan soft skills dan pendidikan karakter. Pembelajaran public
speaking menjadi salah satu media untuk menumbuhkan keberanian, kemampuan
berkomunikasi, serta sikap percaya diri yang dibutuhkan peserta didik dalam
menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan
ini sekaligus mencerminkan komitmen mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri dalam
menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak melalui inovasi
pembelajaran. Dari ruang kelas sederhana di SD Negeri 006 Teluk Bintan, tumbuh
keberanian-keberanian kecil yang diharapkan kelak menjadi bekal berharga bagi
lahirnya generasi yang komunikatif, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai
peluang di masa depan. (LF/Bintan2)
Selamat! Prodi TBI STAIN SAR Kepri Resmi Raih Akreditasi "Baik Sekali" dari LAMDIK