السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Batam, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen memperkuat kualitas pendidikan Al-Qur'an di masyarakat terus diwujudkan oleh dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Litapdimas Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Dr. M. Kafrawi, M.I.S., bersama mahasiswa PBA Ridho Constance, melaksanakan pelatihan Metode Al-Hira bagi guru dan santri di TPQ Jamiatul Khairat, Kota Batam.
Program
pengabdian ini merupakan implementasi hasil pendanaan Litapdimas Kementerian
Agama RI, skema yang mendukung penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian
kepada masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Kegiatan
tersebut dirancang sebagai respons terhadap masih ditemukannya tantangan dalam
kemampuan dasar baca tulis Al-Qur'an (BTQ), khususnya penguasaan tajwid dan
makhraj huruf pada peserta didik usia dini.
Ketua
tim pengabdian, Dr. M. Kafrawi, M.I.S., menjelaskan bahwa program ini bertujuan
menghadirkan solusi pembelajaran Al-Qur'an yang lebih efektif, sistematis, dan
mudah diterapkan oleh para guru TPQ.
"Kami berharap pelatihan Metode Al-Hira dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan Al-Qur'an sekaligus membantu para santri membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid dan makhraj. Melalui pengabdian ini, STAIN SAR Kepri ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat," tegasnya, Selasa (28/7/2026).

.jpeg)


Program
yang berlangsung selama April hingga Oktober 2026 tersebut mengusung pendekatan
pembelajaran Metode Al-Hira, sebuah metode yang dikembangkan oleh Dr. H. M.
Roihan Nasution. Metode ini menerapkan prinsip "baca langsung" tanpa
mengeja serta dipadukan dengan pendekatan neurolinguistic yang
menekankan suasana belajar menyenangkan (fun learning), sehingga proses
pembelajaran menjadi lebih efektif dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Dalam
pelaksanaannya, tim pengabdian menggunakan pendekatan kualitatif yang dipadukan
dengan metode Tailor Made Training (TMT), yaitu model pelatihan yang
disusun berdasarkan kebutuhan spesifik mitra. Pendekatan tersebut diperkuat
melalui observasi lapangan dan wawancara langsung dengan guru maupun santri
untuk memastikan materi pelatihan sesuai dengan kondisi riil di TPQ.
Melalui intervensi tersebut, para guru memperoleh penguatan kompetensi dalam menerapkan metode pembelajaran Al-Qur'an yang lebih efektif, sementara para santri dibimbing agar mampu membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid dan makhraj yang benar. Dengan demikian, kesalahan dalam membaca Al-Qur'an diharapkan dapat diminimalkan secara signifikan.
.jpeg)
Lebih
dari sekadar meningkatkan kemampuan teknis membaca dan menulis Al-Qur'an,
program pengabdian ini juga diarahkan pada pembentukan karakter religius
peserta didik sejak usia dini. Penanaman nilai-nilai Al-Qur'an melalui metode
pembelajaran yang tepat diharapkan mampu membangun generasi yang tidak hanya
fasih membaca Al-Qur'an, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap nilai-nilai
Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui
program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Litapdimas Kementerian Agama RI,
STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau terus memperkuat perannya sebagai
perguruan tinggi Islam yang aktif menghadirkan inovasi pendidikan berbasis
kebutuhan masyarakat. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi model pembelajaran
Al-Qur'an yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan
kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Provinsi
Kepulauan Riau. (LF)