السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebuah tugas perkuliahan mampu menjadi pintu menuju prestasi nasional apabila dikerjakan dengan kesungguhan. Hal itulah yang dibuktikan oleh Afnesia Tamara, mahasiswa semester III Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau, yang berhasil masuk 20 karya artikel terbaik dalam Lomba Artikel dan Foto "Cerita Pendidikan & Wajah Pendidikan" kategori Masyarakat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Kompetisi
nasional tersebut mengusung tema besar "Menguatkan Partisipasi Semesta
Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua" dan diikuti oleh peserta dari
berbagai kalangan, mulai dari guru dan tenaga kependidikan (GTK), murid,
masyarakat umum, hingga wartawan. Pada kategori artikel, peserta ditantang
menyampaikan gagasan kritis mengenai isu-isu pendidikan melalui tulisan orisinal
sepanjang 800–1.000 kata yang dinilai berdasarkan orisinalitas ide, kedalaman
isi, kesesuaian tema, dan gaya bahasa.
Menariknya,
artikel yang mengantarkan Afnesia meraih prestasi nasional tersebut berawal
dari tugas Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Paragraph Writing
yang diampu oleh Dr. Fadhila Yonata, M.Pd. Berbekal arahan dari perkuliahan, ia
mengembangkan tugas akademiknya menjadi sebuah artikel yang kemudian
diikutsertakan dalam kompetisi nasional.
Mengangkat
judul "Ketika Pendidikan Bermutu Belum Menjadi Hak yang Nyata",
Afnesia mengulas berbagai tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia, mulai
dari kesenjangan akses pendidikan, keterbatasan fasilitas belajar, persoalan
ekonomi peserta didik, hingga pentingnya kolaborasi pemerintah, tenaga
pendidik, mahasiswa, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang
berkualitas bagi semua.
Dalam artikelnya, Afnesia juga menuangkan pengalaman pribadinya sebagai mahasiswa yang sekaligus mengajar di pondok pesantren. Pengalaman tersebut memperkuat sudut pandangnya mengenai pentingnya pemerataan akses pendidikan serta peran setiap elemen masyarakat dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
.jpeg)
Prestasi
yang diraih Afnesia menjadi bukti bahwa tugas akademik tidak hanya berfungsi
sebagai sarana evaluasi pembelajaran, tetapi juga dapat berkembang menjadi
karya ilmiah yang memiliki daya saing di tingkat nasional. Hal ini sekaligus
menunjukkan bahwa budaya menulis dan berpikir kritis yang dibangun di
lingkungan perkuliahan mampu melahirkan karya yang memberikan kontribusi
terhadap isu-isu strategis di bidang pendidikan.
Afnesia
mengaku tidak pernah menyangka bahwa artikel yang awalnya disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah justru mampu mengantarkannya masuk dalam jajaran 20
karya terbaik tingkat nasional.
"Alhamdulillah,
saya tidak menyangka bisa masuk 20 besar. Awalnya saya hanya berniat mengikuti
lomba karena merupakan tugas UTS dan ingin memberikan hasil yang terbaik.
Ternyata artikel tersebut berhasil masuk dalam 20 karya terbaik. Semoga
pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkarya, dan
tidak ragu mencoba berbagai kesempatan baru," ungkap Afnesia Sabtu, (25/7/2026).
Keberhasilan
tersebut juga menjadi refleksi bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi
tidak berhenti di ruang kelas. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek
(project-based learning), mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya
yang tidak hanya memenuhi capaian akademik, tetapi juga mampu berkontribusi
dalam ruang publik dan kompetisi nasional.
Capaian
Afnesia Tamara menjadi inspirasi bagi mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman
Kepulauan Riau bahwa setiap proses belajar memiliki peluang untuk menghasilkan
prestasi apabila dijalani dengan kesungguhan, kreativitas, dan keberanian
mengambil kesempatan. Dari sebuah tugas perkuliahan, lahirlah karya yang mampu
mengharumkan nama kampus di tingkat nasional serta memperkuat budaya akademik
yang produktif, inovatif, dan berdampak bagi Masyarakat. (LF)