السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai bentuk penguatan jejaring akademik dan kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan media publik, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menggelar Forum Konsultasi Publik yang mempertemukan unsur akademisi, media penyiaran, lembaga pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan penyiaran publik. Kegiatan tersebut berlangsung di Stasiun TVRI Kepulauan Riau pada Senin (22/6/2026).
Forum
ini diinisiasi sebagai bagian dari upaya Program Studi KPI dalam memperluas
jejaring kemitraan sekaligus menghimpun berbagai masukan konstruktif guna
mendukung penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di
bidang komunikasi dan penyiaran.
Kegiatan
dihadiri oleh Ketua Program Studi KPI STAIN SAR Kepri Ahmad Hamdan, M.Sos.,
Kepala Stasiun TVRI Kepulauan Riau Yenni Marlinda, S.Pt., M.M., Kepala Badan
Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang, perwakilan Komisi Penyiaran Indonesia
Daerah (KPID) Kepulauan Riau, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)
Provinsi Kepulauan Riau, serta sejumlah mitra dan lembaga terkait.
Dalam forum tersebut, peserta mendiskusikan berbagai isu strategis yang berkaitan dengan penguatan kerja sama kelembagaan untuk mendukung kemajuan penyiaran publik, peningkatan kualitas konten siaran, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan dan riset.

Berbagai
masukan dan rekomendasi juga disampaikan untuk memperkuat peran media publik
agar tetap relevan dalam menjawab tantangan transformasi digital, perubahan
pola konsumsi informasi masyarakat, serta kebutuhan literasi media di era
komunikasi modern.
Ketua
Program Studi KPI STAIN SAR Kepri, Ahmad Hamdan, M.Sos., menegaskan bahwa forum
konsultasi publik ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pengembangan
program studi tetap selaras dengan kebutuhan dunia industri media dan
perkembangan ekosistem komunikasi saat ini.
“Forum konsultasi ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi KPI dalam membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap perkembangan dunia penyiaran. Melalui kolaborasi dengan media, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, kami berharap mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual serta mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Hamdan.

Sementara
itu, perwakilan peserta, Miftahul Jannah, menyampaikan bahwa pengembangan
penyiaran di masa depan perlu diarahkan pada penguatan kolaborasi antara
perguruan tinggi dan TVRI Kepulauan Riau melalui tiga pilar utama tridarma
perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat.
Menurutnya,
keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan media publik dapat menjadi
ruang strategis untuk menghadirkan inovasi penyiaran yang tidak hanya
informatif dan edukatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui
penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik ini, Program Studi KPI STAIN SAR Kepri
berharap terbangun model kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan
praktisi media dalam mendukung penguatan kualitas penyiaran publik di Kepulauan
Riau. Selain itu, keterlibatan akademisi, praktisi media, tokoh masyarakat, dan
berbagai elemen lainnya diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam
memastikan TVRI tetap hadir sebagai media publik yang adaptif, edukatif, dan
mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. (LF/AH)
Bangun Institusi yang Kuat, STAIN SAR Kepri Dorong Sinergi dan Produktivitas ASN
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN