السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Gen Z Wajib Merapat! FKIP UMRAH Bersama LDK Ar-Rahman STAIN Kepri Kupas Cara Atasi Overthinking dan Burnout

  • 20 Juni 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 19
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Menjawab berbagai tantangan kesehatan mental yang kerap dihadapi mahasiswa di era modern, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) berkolaborasi dengan LDK Ar-Rahman STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dan LDK IAI Miftahul Ulum menggelar Seminar Mental Health bertajuk “Adulting Tanpa Anxiety: Bongkar Karakter Genetikmu Untuk Atasi Overthinking & Burnout” pada Sabtu (20/6/2026) di Auditorium UMRAH.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Umum FKIP UMRAH, Dr. Drs. Encik Abdul Hajar, M.M., narasumber Dr. Nur Meity Sulistia Ayu, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Juraina Hafizia Hukmi, M.Psi., Psikolog, perwakilan Mata Garuda Dr. Fadhila Yonata, M.Pd., perwakilan PUSPAGA Puji Lestari, Ketua FSLDK Mirawanto, S.Pd., Ketua LDK Ar-Rahman STAIN SAR Kepri Orieza, Ketua LDK IAI Miftahul Ulum Umayrah, Sekretaris KAMMI Muhammad Rizqi Al-Ghifaari Ashshiddieqy, S.Sos., serta tamu undangan, panitia, dan peserta seminar.


Seminar ini menghadirkan dua pakar yang membahas pentingnya mengenali karakter diri sebagai langkah awal dalam mengatasi overthinking, kecemasan, dan burnout yang banyak dialami generasi muda. Melalui pemaparan yang interaktif, peserta diajak memahami berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan mental sekaligus strategi praktis untuk menjaga keseimbangan emosi di tengah tuntutan akademik dan kehidupan sehari-hari.

Selain memperoleh materi dari para narasumber, peserta juga mendapatkan akses layanan konseling gratis sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesehatan mental mahasiswa. Fasilitas tersebut menjadi salah satu upaya penyelenggara dalam menghadirkan ruang yang aman dan inklusif bagi mahasiswa untuk berkonsultasi mengenai persoalan psikologis yang mereka hadapi.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Umum FKIP UMRAH, Dr. Drs. Encik Abdul Hajar, M.M., menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini semakin kompleks dan berpotensi menimbulkan kelelahan mental.

"Kami menyadari bahwa tantangan yang dihadapi mahasiswa sangat beragam dan dapat memicu burnout. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah edukasi sekaligus kolaborasi berkelanjutan yang mampu membekali mahasiswa dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan akademik maupun sosial," ujarnya.

Sementara itu, Ketua BEM FKIP yang akrab disapa Duta menilai bahwa kesehatan mental merupakan aspek penting yang perlu mendapat perhatian serius di lingkungan kampus.

"Dunia perkuliahan sering kali menuntut performa tinggi yang memicu burnout dan kecemasan. Kami memandang seminar ini sebagai langkah strategis agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangguh secara psikologis. Memahami karakter diri sebagaimana yang disampaikan para narasumber menjadi kunci agar kita tetap adaptif dan produktif di tengah dinamika dunia pendidikan," katanya.

Ketua Panitia, Ice Fitriyanti, menjelaskan bahwa seminar ini dirancang tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga solusi yang dapat diterapkan secara langsung oleh peserta.

"Kami ingin memberikan solusi nyata bagi mahasiswa agar mampu mengenali diri, mengelola tekanan, dan menjaga kesehatan mental secara berkelanjutan," ungkapnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Ketua LDK Ar-Rahman STAIN SAR Kepri, Orieza. Menurutnya, menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dari proses pengembangan diri mahasiswa.

"Melalui seminar ini, LDK Ar-Rahman ingin hadir sebagai mitra bagi kawan-kawan mahasiswa. Kami ingin menegaskan bahwa menjadi pribadi yang produktif tidak berarti mengabaikan kesehatan mental. Mengenali potensi diri seperti yang dibahas dalam seminar ini merupakan bagian dari rasa syukur atas karunia yang diberikan Allah SWT," tuturnya.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para peserta dan delegasi yang hadir. Sementara Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa STAIN Kepri, Maysita Angraini, menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini.

"Kegiatannya luar biasa karena sangat relate dengan banyak mahasiswa. Panitia telah bekerja maksimal meskipun terdapat beberapa kendala teknis yang masih dapat ditangani dengan baik. Pemateri yang hadir juga memberikan wawasan baru tentang kesehatan mental. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin mendapat perhatian dari berbagai pihak," ujarnya.

Senada dengan itu, salah satu peserta, Nabil Adly, mengaku memperoleh banyak manfaat dari seminar yang diikutinya.

"Kegiatan ini sangat keren dan relevan dengan kehidupan mahasiswa saat ini. Semoga ke depan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan," katanya.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap mahasiswa semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental serta mampu mengembangkan ketangguhan diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Seminar ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun lingkungan kampus yang lebih peduli terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa.


Akhirnya, besar harapan agar kegiatan ini menjadi titik balik bagi setiap peserta untuk lebih mencintai diri sendiri, mengelola pikiran dengan bijak, serta menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan sehat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi generasi yang unggul dalam intelektualitas, tetapi juga memiliki kesehatan mental yang kuat dalam menghadapi masa depan. (Gby/Orieza)