السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau kembali menorehkan capaian akademik dan kreatif melalui perolehan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas karya koreografi berjudul Tari Lebah Mungil. Karya tersebut merupakan hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa PIAUD yang dikembangkan sebagai media edukatif berbasis seni untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada anak usia dini.
Pencatatan
hak cipta tersebut diterbitkan melalui Surat Pencatatan Ciptaan dengan Nomor
Permohonan EC002026088007 tertanggal 15 Juni 2026. Karya Tari Lebah Mungil
tercatat sebagai jenis ciptaan koreografi.
Karya
ini digagas oleh Lina Eka Retnaningsih, M.Pd. bersama tim mahasiswa, yakni Rina
Suci Ramadhani, Ayu Sulistyawati, Siti Nur Hidayah, Julia Nofita Sari, dan Mika
Darsih sebagai bentuk integrasi antara kreativitas seni, pendidikan anak usia
dini, dan penguatan literasi lingkungan.
Tari
Lebah Mungil mengangkat tema lingkungan, kerja sama, dan
kepedulian terhadap alam melalui pertunjukan tari kreasi kelompok berdurasi
sekitar tiga menit dua puluh detik dengan iringan lagu anak bertajuk sama.
Secara konseptual, tarian ini menggambarkan kehidupan sekelompok lebah kecil yang hidup harmonis di taman bunga, bekerja sama mencari nektar, sekaligus berperan menjaga keseimbangan ekosistem. Narasi tersebut disusun untuk menghadirkan pesan edukatif kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.
.jpeg)
Selain
menghadirkan unsur estetika, karya ini juga membawa muatan pendidikan karakter
yang kuat, meliputi nilai kerja sama dan kekompakan, kemandirian, etos kerja,
kepedulian terhadap lingkungan, serta pembentukan sikap syukur dan semangat
berbagi kepada sesama sebagai bagian dari penguatan karakter anak usia dini.
Lina
Eka Retnaningsih, M.Pd., menegaskan bahwa lahirnya karya Tari Lebah Mungil
merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus
pada kreativitas, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada
anak sejak usia dini.
“Melalui
karya ini, kami ingin menunjukkan bahwa media seni dapat menjadi sarana
pembelajaran yang efektif dalam membangun karakter anak. Nilai kerja sama,
kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat berbagi perlu dikenalkan sejak
dini melalui pendekatan yang menyenangkan, dekat dengan dunia anak, dan tetap
memiliki muatan edukatif,” tegasnya, Senin (15/6/2026).
Sementara itu, Ketua Program Studi PIAUD STAIN SAR Kepri, Nadya Nela Rosa, M.Psi., menyampaikan bahwa capaian perolehan HAKI tersebut menjadi indikator berkembangnya budaya akademik yang produktif dan inovatif di lingkungan program studi.
.jpeg)

Menurutnya,
proses pembelajaran di PIAUD tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan luaran
akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa agar mampu menciptakan karya yang
memiliki nilai intelektual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan
anak usia dini.
“Perolehan
HAKI ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di PIAUD STAIN SAR Kepri tidak
berhenti pada capaian akademik semata, tetapi juga menghasilkan karya yang
bernilai inovatif, memiliki daya guna, serta dapat memberikan kontribusi nyata
bagi pengembangan pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.
Informasi
lebih lanjut mengenai penampilan Tari Lebah Mungil dapat disaksikan
melalui tayangan dokumentasi pada Kanal Youtube Lebah Mungil!
Capaian
tersebut sekaligus mempertegas komitmen Program Studi PIAUD STAIN SAR Kepri
dalam mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang memiliki nilai edukatif,
terlindungi secara intelektual, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas
bagi masyarakat. (LF)
Karya “Tari Lebah Mungil” Kantongi HAKI, Prodi PIAUD STAIN SAR Kepri Cetak Prestasi Inovatif
Sambut 1448 H, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya
Pemkab Bintan Sambut Positif KKN Reguler STAIN Kepri 2026, Fokus pada Ekonomi Desa dan Lingkungan
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN