السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Evaluasi Kelembagaan Berbasis Kolaborasi, STAIN SAR Kepri Perkuat Tata Kelola dan Soliditas Organisasi

  • 29 April 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 92
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menggelar rapat evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi periode 2022–2026 pada Rabu (28/4/2026) di Ruang Rapat Dosen Gedung Kuliah Terpadu. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan, ketua dan sekretaris program studi, kepala laboratorium, kepala unit, serta pejabat struktural lainnya.

Rapat evaluasi ini menjadi momentum strategis dalam merefleksikan capaian kelembagaan sekaligus merumuskan langkah-langkah penguatan organisasi ke depan. Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh civitas academica yang telah berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan institusi sejak awal berdirinya.

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan pengembangan kampus tidak dapat dilepaskan dari semangat kolektif, rasa memiliki, serta komitmen bersama dalam menjaga integritas dan profesionalitas.


“Kampus ini dibangun melalui perjuangan panjang dan kolaborasi banyak pihak. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat koordinasi, serta menempatkan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua STAIN SAR Kepri menjelaskan bahwa perpanjangan masa jabatan pimpinan merupakan bagian dari kebijakan strategis untuk menghindari kekosongan kepemimpinan, sekaligus memastikan stabilitas organisasi tetap terjaga. Ia juga menekankan bahwa evaluasi terhadap struktur organisasi menjadi hal penting guna memastikan efektivitas kinerja dan keberlanjutan program.

Dalam forum tersebut, Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan (AUAK), Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I., turut menyampaikan sejumlah poin penting terkait pengelolaan anggaran dan tata kelola kepegawaian. Ia mengungkapkan bahwa meskipun terjadi kebijakan efisiensi anggaran, khususnya pada belanja non-prioritas seperti perjalanan dinas, alokasi belanja pegawai masih dalam kondisi terkendali, meskipun terdapat proyeksi kekurangan anggaran hingga akhir tahun.


“Kami telah mengusulkan kebutuhan anggaran tambahan kepada pemerintah pusat, dan berharap dapat segera diakomodasi agar operasional kelembagaan tetap berjalan optimal,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya kedisiplinan administrasi kepegawaian, khususnya terkait mekanisme perizinan, surat tugas, serta koordinasi dengan unit terkait. Hal ini dinilai krusial dalam menjaga tertib administrasi serta menghindari potensi pelanggaran disiplin ASN.

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan reflektif, serta ditutup dengan harapan agar seluruh hasil evaluasi dapat menjadi dasar dalam memperkuat tata kelola kelembagaan yang adaptif, transparan, dan akuntabel. Melalui forum ini, STAIN SAR Kepri menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang unggul, profesional, dan berdaya saing. (LF/Gby)