السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan study tour edukatif ke Pulau Penyengat pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi sejarah, budaya, dan keislaman berbasis pengalaman langsung di lapangan.
Kegiatan
tersebut menghadirkan Raja Muhammad Syafarullah, S.IP., M.Tr.Par., yang
memberikan pemaparan komprehensif terkait peran strategis Pulau Penyengat
sebagai salah satu pusat peradaban Melayu dalam sejarah Kesultanan Riau-Lingga.
Ia menjelaskan bahwa pulau tersebut tidak hanya menjadi pusat pemerintahan,
tetapi juga berkembang sebagai sentra kegiatan keagamaan dan intelektual pada
masanya.
Dalam penyampaiannya, narasumber menegaskan bahwa kehidupan masyarakat Pulau Penyengat sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya Melayu yang terintegrasi dengan ajaran Islam. Hal ini tercermin dalam praktik adat istiadat, penggunaan bahasa, serta keberadaan berbagai situs sejarah yang hingga kini masih terjaga dengan baik sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.

Lebih
lanjut, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan
melestarikan situs-situs bersejarah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap
identitas budaya dan sejarah bangsa. Upaya pelestarian tersebut dinilai tidak
hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap masa lalu, tetapi juga sebagai
fondasi dalam membangun peradaban masa depan yang berakar pada nilai-nilai
lokal.
Salah
satu perwakilan peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman
pembelajaran yang lebih bermakna dibandingkan pembelajaran teoritis di kelas.
“Kegiatan ini sangat berkesan karena kami dapat melihat langsung situs bersejarah dan memahami kehidupan masyarakat Melayu secara nyata, bukan hanya melalui teori,” ungkapnya.

Melalui
kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman akademik,
tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu dalam
kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan study tour ini diharapkan
dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan inovasi yang lebih
variatif, sehingga memberikan dampak edukatif yang lebih luas bagi mahasiswa.
Sebagai
tindak lanjut, panitia juga merekomendasikan dokumentasi kegiatan dalam bentuk
visual sebagai bagian dari arsip akademik dan media pembelajaran. Dokumentasi
tersebut diharapkan dapat memperkuat diseminasi pengetahuan serta menjadi
referensi bagi kegiatan serupa di masa mendatang. (LF/Nur)
Start from PMB to PBAK! DEMA STAIN Kepri Bahas Proker Bersama Wakil Ketua III
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN