السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam upaya memperkuat relevansi kurikulum dan meningkatkan daya saing lulusan, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Tracer Study Alumni pada Kamis (23/4/2026) di Laboratorium Ilmu Falak. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengevaluasi relevansi kurikulum serta memperkuat daya saing lulusan di tengah dinamika kebutuhan dunia kerja.
FGD
tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi IAT Nur Ikhlas, M.A., bersama dosen
Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, yakni Muhammad Lazim, Lc., M.A., M. Fauzi, dan Abdul
Malik Al Munir. Turut hadir sebagai narasumber Dvi Afriansyah, S.Pd.I., M.AP.,
selaku Kepala Subbagian Layanan Akademik. Kegiatan ini juga melibatkan para
pemangku kepentingan eksternal, di antaranya Kepala KUA Gunung Bintan Taufiq
Qurrahman, S.HI., Kepala KUA Teluk Sebong H. Zainal Nahra, S.Ag., Mudir Pondok
Pesantren Idris Bintan Suparman Manjan, Lc., M.Ed., serta perwakilan institusi
pendidikan Fajar Tresna Utama, Lc., M.A. Selain itu, kegiatan ini diikuti oleh
para alumni dan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Dalam diskusi yang berlangsung secara interaktif, narasumber menyoroti pentingnya keselarasan antara kurikulum akademik dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Pembahasan mencakup evaluasi kompetensi lulusan, baik dalam aspek keilmuan tafsir maupun keterampilan pendukung, seperti literasi teknologi dan kemampuan adaptif di era digital. Selain itu, dibahas pula tingkat serapan alumni di dunia kerja serta berbagai kendala yang dihadapi setelah menyelesaikan studi.

Para
stakeholder memberikan perspektif konstruktif terkait harapan pengguna lulusan,
khususnya dalam peningkatan kualitas kompetensi yang relevan dengan kebutuhan
masyarakat. Penekanan juga diberikan pada pentingnya penguatan kerja sama
kelembagaan serta inovasi dalam proses pembelajaran agar keilmuan tafsir tetap
kontekstual dan responsif terhadap tantangan zaman.
Berdasarkan
hasil diskusi, disimpulkan bahwa peningkatan daya saing lulusan sangat
bergantung pada kemampuan program studi dalam menyesuaikan kurikulum dengan
kebutuhan riil dunia kerja. Penguatan kompetensi tidak hanya terletak pada
pendalaman aspek akademik, tetapi juga pada penguasaan keterampilan pendukung,
terutama literasi digital sebagai bagian integral dalam menghadapi era
transformasi teknologi.
Perwakilan
alumni menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan ruang kolaboratif yang
penting dalam membangun sinergi antar lulusan.
“Kegiatan ini tidak hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga membuka peluang kontribusi yang lebih luas dalam menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an secara kontekstual di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara
itu, perwakilan mahasiswa menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya
kegiatan ini yang dinilai mampu mempertemukan alumni dengan civitas akademika
dalam suasana dialogis. Ia menegaskan bahwa peran alumni tetap signifikan dalam
mendukung pengembangan program studi, termasuk dalam aspek penelitian,
akreditasi, hingga kontribusi ide dan sumber daya.
Melalui
kegiatan FGD Tracer Study ini, Prodi IAT STAIN SAR Kepri berharap dapat
memperoleh masukan yang komprehensif terkait pengembangan kurikulum,
peningkatan kompetensi lulusan, serta penguatan relevansi keilmuan dengan
kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan
komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan tinggi keagamaan Islam yang
adaptif, integratif, dan berdaya saing. (LF/Nur)
Start from PMB to PBAK! DEMA STAIN Kepri Bahas Proker Bersama Wakil Ketua III
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN