Bintan, STAIN SAR - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan Kuliah Umum, Kamis, 10-10-2019. Kuliah umum ini dilaksanakan di Auditorium Razali Jaya dengan tema “Penguatan Peran PTKIN dalam Moderasi Beragama dan Literasi di Era 4.0. Kuliah Umum Ini menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama R.I, Prof. Dr. Phil. H. Mohamad Nur Kholis Setiawan, M.A dan dihadiri oleh segenap Civitas Akademika STAIN SAR Kepulauan Riau.

Selain itu Kuliah umum ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH. MA, Ka. Subbag TU Sekretaris Jenderal pada Bagian Tata Usaha Pimpinan Biro Umum Kementerian Agama R.I, H. Ali Fakhrudin, M.Ag dan Kabag Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau,H. Abu Sufyan, M.Pd.

Kuliah Umum dibuka oleh Ketua STAIN SAR Kepulauan Riau, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag, Dalam Sambutannya beliau mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran Sekjen, “STAIN SAR Kepulauan Riau sudah mencoba mengundang beliau beberapa kali, Alhamdulillah saat ini beliau bisa bersama kita dan bisa memberikan pengalamannya kepada kita dalam bentuk Kuliah Umum Ini,” tuturnya.

Ditambahkan Ketua STAIN SAR Kepulauan Riau, STAIN ini sudah menjadi Negeri dari tahun 2017 lalu dan saat ini sudah memasuki tahun Ketiga, Tahun 2018 STAIN SAR Kepulauan mendapatkan lebih kurang 50 orang CPNS, “saya berharap setelah kedatangan Sekjen bisa bertambah,” Ucap Ketua.

Setelah sambutan dari Ketua STAIN SAR Kepulauan Riau, masuklah ke Acara utama Yakni Kuliah Umum, Dalam Kuliah Umumnya Sekjend menjelaskan perguruan tinggi harus mempersiapkan para mahasiswanya untuk siap menghadapi era industri 4.0 yang serba digitalisasi saat ini. Pemberian pembekalan dinilai penting bagi mahasiswa STAIN SAR Kepulauan Riau agar tidak ketinggalan perubahan zaman dan terus dapat maju dan bersaing. Selain itu, ia juga menyampaikan, pihak Kemenag pun terus melakukan inovasi-inovasi kebijakan untuk menyesuaikan moderasi keagamaan dalam menghadapi era industri 4.0.

Ditambahkan Nur Kholis, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mengelola keragaman. Saya berharap dari kuliah umum ini dapat mengubah paradiqma pendidikan guna menjawab tantangan industri 4.0 yang disebut era digital. Kampus-kampus yang ada dilingkungan Kementerian Agama harus mempersiapkan sumber daya manusia yang handal untuk menjawab tantangan tersebut serta mengajarkan tatanan agama yang moderat agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan era yang sedang berlangsung yaitu teknologi digital. “Ciri-ciri orang moderat jika dilihat dari indikator pertama bersikap terbuka, kedua mengutamakan nalar atau mengutamakan intelektual, ketiga memiliki kesadaran keterbatasan diri, keempat tawaduk (rendah diri) dan yang kelima senantiasa berfikir agar bias bermanfaat bagi orang lain,” Pungkasnya.

Nur Kholis menambahkan, dunia ini akan mengalami peralihan, dari Barat ke Timur, Indonesia nantinya akan menjadi The Next Coming Country, karena kita mempunyai potensi karena Indonesia memiliki keanekaragaman etnis, “Jadi sikapilah Era 4.0 ini dengan bijak ", tutupnya.

Setelah selesai Kuliah Umum, Nur Kholis juga meresmikan pembukaan Arsip Digital STAIN SAR Kepulauan Riau yang bernama Silebah, Aplikasi Silebah merupakan Hasil Proyek Perubahan Diklat PIM III yang diprakarsai oleh Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Umum, Akademik dan Keuangan AUAK STAIN SAR Kepulauan Riau, H. Imam Subekti, S.Ag, M.Pd.I. “aplikasi Silebah ini bertujuan mempermudah civitas akademika STAIN SAR Kepulauan Riau untuk memperoleh data dan informasi, dengan launching nya aplikasi silebah ini akan sangat berpengaruh untuk pengembangan kampus kedepannya” terang Kabag. (nDr).

 


>>>>> Video Kuliah Umum <<<<<

 

 

 

    LINK LAYANAN