السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Menjadi Guru Dimulai dari Keteladanan, Pembekalan PPL Prodi PAI STAIN SAR Kepri Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Pendidikan

  • 04 September 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 136
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Menjadi pendidik bukan sekadar tentang menguasai materi pembelajaran, tetapi juga tentang menghadirkan keteladanan, menjaga sikap, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan pendidikan. Pesan tersebut mengemuka dalam Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau yang digelar di Laboratorium Keagamaan Terpadu STAIN SAR Kepri, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh mahasiswa PAI yang akan melaksanakan PPL di sejumlah sekolah. Hadir dalam pembekalan tersebut Ketua Prodi PAI Dr. Amrul Luhfi, M.Pd.I., Sekretaris Prodi PAI Sulistiyowati Gandariyah Afkari, M.Ed., serta dosen homebase Prodi PAI.

Pembekalan menjadi ruang strategis untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan sekolah secara lebih matang. Selain menguatkan kesiapan akademik dan profesional, mahasiswa diarahkan memahami bahwa PPL merupakan bagian integral dari proses pembentukan calon guru yang memiliki kompetensi, integritas, dan kepekaan sosial.

Dalam arahannya, Dr. Amrul Luhfi menegaskan bahwa PPL harus dipandang sebagai amanah akademik sekaligus ruang pengabdian. Mahasiswa tidak hanya dituntut mengejar nilai, tetapi juga menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan peran sebagai calon pendidik dan membawa nama baik almamater serta program studi.

“PPL memiliki bobot akademik dan menjadi bagian dari perjalanan saudara sebagai calon guru. Karena itu, jalani dengan serius, berjuang memberikan yang terbaik, kemudian iringi ikhtiar tersebut dengan doa dan serahkan hasilnya kepada Allah SWT,” pesannya.

Menurutnya, mahasiswa akan berada di lingkungan sekolah selama kurang lebih tiga bulan. Rentang waktu tersebut harus dimanfaatkan untuk belajar memahami kultur sekolah, membangun komunikasi dengan warga sekolah, serta mengembangkan kemampuan pedagogis melalui pengalaman langsung.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan cepat terhadap aturan dan budaya yang berlaku di masing-masing sekolah. Sebagai calon guru, mahasiswa dituntut menjaga akhlak, sikap, tutur kata, penampilan, dan tindakan karena setiap perilaku pendidik dapat menjadi contoh bagi peserta didik.

“Ketika berada di sekolah, saudara membawa nama Prodi PAI dan STAIN SAR Kepri. Karena itu, jagalah akhlak, sikap, dan tindakan. Jadilah teladan bagi siswa, sebab apa yang mereka lihat dari gurunya dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka,” tegasnya.

Lebih jauh, mahasiswa didorong untuk mengambil peran secara aktif dalam proses pendidikan di sekolah. Tidak hanya menjalankan tugas pembelajaran, mereka diharapkan mampu membantu kegiatan sekolah, memahami perangkat pembelajaran, berpartisipasi dalam evaluasi, serta membangun hubungan profesional dengan guru dan tenaga kependidikan.

Dosen homebase Prodi PAI, Zulfan Efendi, S.Ag., M.Pd.I., menambahkan bahwa kedisiplinan dan kemampuan mengendalikan diri merupakan fondasi penting yang harus dimiliki calon pendidik. Menurutnya, mahasiswa perlu menjadikan masa PPL sebagai kesempatan untuk menunjukkan kematangan sikap sekaligus belajar membangun komunikasi yang sehat di lingkungan profesional.

“Yang pertama harus kita disiplinkan adalah diri kita sendiri. Ketika berada di sekolah, bangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur sekolah, termasuk kepala sekolah. Jangan berjalan sendiri, tetapi pahami struktur, aturan, dan kewenangan yang ada agar setiap program dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Zulfan juga membagikan pengalaman selama mendampingi mahasiswa PPL di sekolah. Ia mengingatkan bahwa komunikasi yang kurang baik dengan pihak sekolah dapat menghambat program yang sebenarnya telah dipersiapkan dengan matang. Karena itu, mahasiswa perlu membangun koordinasi sejak awal dan menghargai setiap unsur yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sekolah.


Menurutnya, mahasiswa juga harus meninggalkan kesan positif selama berada di lokasi PPL. Kehadiran mereka diharapkan tidak menjadi beban bagi sekolah, melainkan memberikan kontribusi melalui gagasan, tenaga, dan kemampuan yang dimiliki.

Prodi PAI STAIN SAR Kepri berharap mahasiswa mampu menjalani PPL dengan semangat belajar, integritas, dan tanggung jawab. Ilmu yang telah diperoleh di ruang kuliah diharapkan dapat diterjemahkan menjadi praktik pendidikan yang bermakna bagi peserta didik dan sekolah mitra.

Pada akhirnya, PPL bukan sekadar tahapan akademik untuk memperoleh nilai, melainkan perjalanan awal untuk memahami hakikat profesi guru. Dari sekolah tempat mereka belajar dan mengabdi, mahasiswa PAI diharapkan tumbuh menjadi calon pendidik yang mampu mengajar dengan ilmu, mendidik dengan keteladanan, serta mengabdi dengan ketulusan. (LF/Noviani/Ifaa)