السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Menanam Bakau Hari Ini, Menjaga Pesisir Esok Hari: Mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri dan UMRAH Hadirkan Aksi Hijau di Desa Kampe

  • 26 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 196
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Menjaga pesisir tidak cukup hanya dengan kesadaran, tetapi membutuhkan tindakan nyata yang dilakukan secara bersama. Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau bersama mahasiswa KKN Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui aksi penanaman bakau di kawasan pesisir Desa Kampe, RW 3, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus memperkuat kolaborasi lintas perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat gotong royong, mahasiswa dari kedua institusi turun langsung ke kawasan pesisir untuk menanam dan menata bibit bakau.

Penanaman bakau dipilih karena vegetasi pesisir tersebut memiliki peran ekologis penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ekosistem mangrove dapat membantu melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota, serta mendukung keberlangsungan lingkungan pesisir apabila dikelola dan dirawat secara berkelanjutan.

Perwakilan mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk sederhana dari kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekaligus upaya mengajak masyarakat melihat pentingnya menjaga ekosistem pesisir.


“Kegiatan ini bukan sekadar menanam bibit, tetapi menjadi bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk ikut menjaga lingkungan pesisir. Kami berharap setiap bibit yang ditanam dapat dirawat dan tumbuh sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat di masa mendatang,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan mahasiswa KKN UMRAH menilai kolaborasi dalam kegiatan lingkungan menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus membangun kepedulian terhadap persoalan ekologis yang dihadapi masyarakat.

“Kami belajar bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kerja bersama. Teriknya matahari dan kondisi pesisir bukan menjadi hambatan. Justru melalui kegiatan ini, kami merasakan langsung bagaimana kebersamaan dan kepedulian dapat diwujudkan dalam sebuah aksi nyata,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung di kawasan pesisir dengan melibatkan mahasiswa dalam berbagai tahapan, mulai dari mempersiapkan lokasi, menyiapkan bibit, hingga menanam bakau. Kondisi lingkungan pesisir yang berlumpur dan medan yang tidak mudah justru menjadi bagian dari pengalaman pengabdian mahasiswa di lapangan.


Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan akademik, kepedulian sosial, dan kesadaran ekologis. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga lingkungan.

Setiap bibit yang ditanam menjadi investasi ekologis bagi masa depan. Pertumbuhannya membutuhkan waktu dan perawatan, tetapi keberadaannya diharapkan dapat menjadi bagian dari vegetasi pesisir yang mendukung perlindungan garis pantai serta menyediakan habitat bagi berbagai organisme.

Bagi mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri dan UMRAH, aksi hijau di Desa Kampe juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan lingkungan tidak dapat dibangun melalui kegiatan sesaat. Diperlukan kepedulian, perawatan, dan keterlibatan berbagai pihak agar upaya pelestarian dapat memberikan dampak jangka panjang.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap masyarakat semakin memiliki kesadaran untuk menjaga ekosistem pesisir serta melanjutkan upaya penghijauan di lingkungan sekitar. Kolaborasi lintas perguruan tinggi juga diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program pengabdian yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. (LF/KKN Bintan 6)