السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Lingga, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bekam dan Obat Herbal Keluarga di Kantor Desa Sedamai, Minggu (23/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pengobatan tradisional serta pemanfaatan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.
Materi mengenai bekam disampaikan oleh Muhammad Fahrul, mahasiswa KKN yang memiliki sertifikasi dan izin untuk memberikan layanan bekam. Selain memperoleh informasi mengenai praktik bekam, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk mendapatkan layanan bekam secara gratis.
Dalam penyampaiannya, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai bekam sebagai salah satu praktik pengobatan tradisional yang dikenal dalam tradisi pengobatan Islam. Sosialisasi juga menekankan pentingnya memperhatikan aspek keamanan, kebersihan, serta kompetensi praktisi dalam pelaksanaan bekam.
Selain materi bekam, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Obat Herbal Keluarga. Masyarakat diperkenalkan dengan sejumlah bahan alami yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti serai, kunyit, jahe, jeruk, dan madu. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pengetahuan pengobatan tradisional dengan tetap memperhatikan penggunaan yang bijak dan tepat.
Kegiatan tersebut juga mengangkat nilai ekoteologi, yaitu kesadaran untuk memandang alam sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT yang perlu disyukuri, dimanfaatkan secara bijaksana, dan dijaga kelestariannya. Pengenalan tanaman herbal yang tumbuh di sekitar masyarakat menjadi salah satu cara untuk mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Ketua Kelompok KKN Desa Sedamai, Muhammad Fahrul, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan pengobatan tradisional, tetapi juga memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin kegiatan ini memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, baik mengenai bekam maupun pemanfaatan bahan herbal yang ada di sekitar. Namun, kami juga menekankan bahwa penggunaannya harus dilakukan secara bijak, memperhatikan keamanan, serta tidak mengabaikan pengobatan medis ketika dibutuhkan," ujarnya.
Fahrul menambahkan bahwa pengenalan obat herbal juga berkaitan dengan upaya membangun kesadaran masyarakat untuk mengenali dan memanfaatkan potensi lingkungan secara bertanggung jawab.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran warga selama kegiatan berlangsung. Selain mengikuti materi sosialisasi, sejumlah warga juga memanfaatkan layanan bekam gratis yang disediakan. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk saling berbagi pengetahuan mengenai kesehatan dan pemanfaatan sumber daya alam.
Melalui kegiatan ini, KKN STAIN SAR Kepri berharap masyarakat Desa Sedamai memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai pengobatan tradisional dan pemanfaatan bahan alami, sekaligus memahami pentingnya aspek keamanan dalam penggunaannya.
Program tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dengan mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus merawat lingkungan sebagai bentuk ikhtiar dan rasa syukur kepada Allah SWT. (Gby/Fadhlu)