السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa KKN STAIN Kepri Bangun Taman TOGA di Desa Sawang Laut, Tanam 10 Jenis Tanaman Obat

  • 21 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 10
Berita Utama

Karimun, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang bertugas di Desa Sawang Laut melaksanakan program pembuatan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada Kamis (21/8). Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan desa sekaligus memperkenalkan berbagai jenis tanaman obat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembuatan Taman TOGA diawali dengan kegiatan pembersihan dan penataan lahan yang akan digunakan sebagai area penanaman. Selanjutnya, mahasiswa KKN menyiapkan media tanam dan melakukan penanaman secara gotong royong hingga lahan tersebut menjadi taman yang tertata dan lebih produktif.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menanam 10 jenis tanaman obat yang umum digunakan masyarakat, yakni jahe, kunyit, serai, kencur, lidah buaya, kumis kucing, lengkuas, temulawak, bunga telang, dan daun sirih. Tanaman-tanaman tersebut dipilih karena memiliki berbagai manfaat dan relatif mudah dibudidayakan di lingkungan rumah tangga.

Ketua Kelompok KKN Desa Sawang Laut, Agus Salim, mengatakan bahwa program Taman TOGA merupakan salah satu upaya mahasiswa untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.

"Taman TOGA ini kami hadirkan tidak hanya untuk memperindah lingkungan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga. Kami berharap keberadaan taman ini dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah menjadi lebih produktif dan bernilai guna," ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai jenis tanaman yang ditanam dipilih berdasarkan kemudahan perawatan serta manfaatnya yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Program Taman TOGA tidak hanya bertujuan mempercantik lingkungan desa, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pelestarian tanaman herbal dan pemanfaatan sumber daya lokal. Kehadiran taman ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengembangkan budidaya tanaman obat keluarga secara mandiri.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh mahasiswa KKN terlibat dalam setiap tahapan, mulai dari pembersihan lahan, penanaman, hingga penataan taman. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap Taman TOGA dapat terus dirawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sawang Laut setelah masa pengabdian berakhir. Selain sebagai sumber tanaman obat keluarga, taman tersebut diharapkan menjadi media pembelajaran bagi warga tentang budidaya tanaman herbal serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan produktif. (Gby/Adilla)