السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar program Rumah Literasi Serumpun Bahari melalui kegiatan Perpustakaan Keliling di RT 04 RW 01, Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan pada, Rabu (19/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan minat baca anak sekaligus memperkenalkan pendidikan yang menyenangkan melalui pendekatan literasi, lingkungan, dan Bahasa Inggris.
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau yang mendukung kegiatan dengan menyediakan berbagai koleksi buku bertema alam, lingkungan, laut, hewan, tumbuhan, serta pengetahuan anak. Dukungan tersebut memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengakses bahan bacaan yang beragam dan sesuai dengan usia mereka.
Mengusung tagline “Buka Bukunya, Jelajahi Ceritanya, Jaga Baharinya!”, kegiatan diikuti sekitar 30 hingga 35 anak yang berasal dari tingkat sekolah dasar. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak diajak untuk membaca, berdiskusi, bermain, serta belajar melalui metode yang interaktif dan menyenangkan.
Ketua kelompok KKN, Tan Rozak Abdullah menjelaskan bahwa Rumah Literasi Serumpun Bahari dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia anak-anak. Karena itu, kegiatan tidak hanya berfokus pada membaca buku, tetapi juga melibatkan aktivitas yang mendorong anak untuk aktif berpartisipasi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membagi kegiatan ke dalam tiga sesi utama, yaitu storytelling, book review, dan educational games.
Pada sesi pertama, mahasiswa menghadirkan storytelling berjudul “Tobi dan Misi Menyelamatkan Laut”. Cerita tersebut mengisahkan petualangan Tobi, seekor penyu kecil, bersama teman-temannya dalam menjaga kebersihan lingkungan laut. Melalui cerita tersebut, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan pesisir dan tidak membuang sampah sembarangan.
Menariknya, sesi storytelling juga diselingi dengan pengenalan kosakata Bahasa Inggris sederhana yang berkaitan dengan tema lingkungan dan laut. Anak-anak diperkenalkan dengan kata-kata seperti turtle (penyu), sea (laut), fish (ikan), bottle (botol), trash (sampah), dan trash bin (tempat sampah). Penyampaian dilakukan melalui permainan dan tanya jawab sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain.
Setelah sesi storytelling, dilanjutkan dengan book review. Pada sesi ini, anak-anak diberikan kesempatan memilih dan membaca buku yang tersedia. Selanjutnya, mereka diajak menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca, menyampaikan bagian yang paling menarik, serta menjelaskan pengetahuan baru yang diperoleh dari bacaan tersebut.
Sesi terakhir diisi dengan educational games yang dirancang untuk melatih kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan bekerja sama. Berbagai permainan edukatif yang berkaitan dengan literasi, lingkungan, dan Bahasa Inggris membuat suasana kegiatan menjadi lebih hidup dan interaktif.
Selain memberikan manfaat bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN memperkenalkan STAIN Kepri kepada masyarakat selama masa pengabdian. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya membawa program-program edukatif, tetapi juga memperkenalkan peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.
Melalui kegiatan Rumah Literasi Serumpun Bahari, mahasiswa KKN STAIN Kepri berharap dapat menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini sekaligus meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat serta memperkenalkan STAIN Kepri sebagai kampus yang aktif hadir dan berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program edukatif. (Gby/Wita)