السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Pimpinan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melakukan monitoring pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa di Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan pada, Sabtu (22/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan pengabdian mahasiswa sekaligus melihat secara langsung program yang telah dijalankan selama berada di tengah masyarakat.
Monitoring tersebut dihadiri Ketua STAIN Kepri, Prof. Dr. Azni, M.Ag, Wakil Ketua II, Kepala Bagian AUAK, serta Ketua Panitia KKN, turut hadir Sekretaris Desa Malang Rapat, Dwi Novianti, S.Sos, serta Panitia KKN STAIN Kepri.


Dalam laporan panitia, Firdaus menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN STAIN Kepri tahun ini tersebar di 15 lokasi pada tiga kecamatan di Kabupaten Bintan, yakni Kecamatan Gunung Kijang, Teluk Bintan, dan Bintan Pesisir.
Khusus di Desa Malang Rapat, terdapat tiga kelompok mahasiswa, dengan masing-masing kelompok beranggotakan 15 orang. Dengan demikian, sebanyak 45 mahasiswa melaksanakan KKN di desa tersebut. Pelaksanaan KKN dimulai pada 21 Juli 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 31 Agustus 2026.
Dalam arahannya, Ketua STAIN Kepri menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN merupakan bagian dari kewajiban perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Sebagai perguruan tinggi, kita memiliki kewajiban melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa telah mendapatkan pendidikan dan pengajaran di kampus, kemudian melalui KKN mereka menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Setelah itu, nantinya mahasiswa juga akan melaksanakan penelitian,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan KKN menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di tengah masyarakat. Selama berada di lokasi pengabdian, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mampu memahami kondisi, potensi, dan kebutuhan masyarakat setempat.
Ketua STAIN Kepri juga mengungkapkan rasa syukur karena mahasiswa dapat menjalankan kegiatan KKN dalam kondisi sehat hingga mendekati akhir masa pengabdian.
“Sebagai pimpinan, tentu kami merasa bahagia apabila mahasiswa selama melaksanakan KKN dapat menjalankan pengabdian dengan sehat dan baik. Mudah-mudahan pengalaman selama berada di masyarakat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa,” katanya.
Menurutnya, setiap mahasiswa yang melaksanakan KKN diharapkan meninggalkan kesan positif bagi masyarakat dan memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kampus.
“Setiap mahasiswa KKN harus mendapatkan kesan untuk desa, sekaligus membawa pengalaman baru yang diperoleh selama berada di masyarakat. Inilah bagian dari ilmu yang kalian dapatkan melalui pengabdian,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Malang Rapat, Dwi Novianti, S.Sos., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan STAIN Kepri, dosen, serta panitia KKN yang telah menempatkan mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian di Desa Malang Rapat.
“Mewakili Pemerintah Desa Malang Rapat, kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua STAIN, dosen, dan panitia yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan KKN di desa kami,” ujarnya.
Rangkaian monitoring kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing kelompok mahasiswa KKN Desa Malang Rapat. Kelompok 7 yang berada di RW 2, Kelompok 6 di RW 3, dan Kelompok 8 di RW 1 menyampaikan perkembangan pelaksanaan program selama berada di lokasi pengabdian.
Dalam pemaparan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah hasil pengamatan dan kegiatan yang telah dilakukan, termasuk program unggulan, potensi dan aset wilayah, fasilitas umum, serta berbagai kondisi yang ditemukan selama pelaksanaan KKN.
Pemaparan tersebut menjadi bagian dari monitoring untuk mengetahui perkembangan program sekaligus mengevaluasi kontribusi mahasiswa selama melaksanakan pengabdian di Desa Malang Rapat.

Melalui kegiatan monitoring ini, STAIN Kepri tidak hanya memastikan pelaksanaan KKN berjalan sesuai dengan rencana, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai pengalaman dan hasil pengabdian mahasiswa di lapangan. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan program KKN serta memperkuat kontribusi STAIN Kepri dalam pengabdian kepada masyarakat. (Gby)