السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa KKN STAIN Kepri Uji Coba Pembuatan Briket dari Bahan Lokal di Desa Kelong

  • 18 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 16
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melakukan uji coba pembuatan briket di Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan pada, Selasa (18/8). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi bahan bakar alternatif.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mencoba mengolah bahan biomassa melalui beberapa tahapan hingga menjadi briket. Prosesnya meliputi persiapan bahan, pengolahan, pencampuran, hingga pencetakan.

Uji coba dilakukan secara bertahap karena mahasiswa masih mencari komposisi dan proses yang tepat untuk menghasilkan briket dengan kualitas yang lebih baik. Setiap tahapan diamati dan dievaluasi untuk mengetahui hasil yang diperoleh serta bagian yang masih perlu diperbaiki.

Mahasiswa KKN melihat pemanfaatan bahan lokal sebagai salah satu potensi yang dapat dikembangkan selama pelaksanaan pengabdian di Desa Kelong. Selain menjadi bahan bakar alternatif, pengolahan biomassa menjadi briket juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai guna apabila proses pembuatannya dapat dilakukan secara tepat dan konsisten.

Muhammad Syafiq, selaku ketua kelompok KKN mengatakan bahwa kegiatan ini masih berada pada tahap percobaan. Karena itu, hasil yang diperoleh belum menjadi produk akhir dan masih membutuhkan beberapa kali pengujian untuk mendapatkan hasil yang lebih sesuai.

“Ini masih tahap uji coba. Kami mencoba melihat proses dan komposisi yang tepat. Hasil dari percobaan ini nantinya menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan berikutnya,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi pengalaman dalam mengembangkan gagasan berdasarkan potensi yang ditemukan di lingkungan masyarakat. Mahasiswa juga belajar bahwa menghasilkan sebuah produk membutuhkan proses percobaan, pengamatan, dan evaluasi sebelum dapat diterapkan secara lebih luas.

Selain menjalankan program sosial dan edukasi, mahasiswa turut mencoba mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan pemanfaatan potensi lingkungan. Melalui KKN, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan kreativitas secara langsung dengan melihat kebutuhan serta potensi yang ada di masyarakat.

Meski masih dalam tahap uji coba, kegiatan pembuatan briket ini diharapkan dapat menjadi pengalaman awal bagi mahasiswa untuk mengembangkan pemanfaatan bahan lokal secara lebih terarah. Hasil percobaan selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat kemungkinan pengembangan kegiatan tersebut pada tahap berikutnya. (Gby/Syafiq)