السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dosen STAIN Kepri Jadi Narasumber Dialog Pagi RRI, Dorong Penguatan Literasi dan Kepercayaan Masyarakat terhadap Zakat

  • 24 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 38
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dosen Program Studi Ekonomi Syariah STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Muhammad Azmi, M.E., menjadi narasumber dalam program Dialog Pagi Mengenal Zakat yang disiarkan oleh Pro 1 RRI Tanjungpinang pada Senin (24/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai zakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.

Dialog yang dipandu oleh Reni Ilda Fallantara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. H. Erizal Abdullah, M.H. selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, H. Adnan, S.Sos. selaku Ketua BAZNAS Kota Tanjungpinang, serta Muhammad Azmi, M.E. sebagai akademisi dan dosen Ekonomi Islam STAIN Kepri.

Dalam pemaparannya, Dr. H. Erizal Abdullah menegaskan bahwa zakat memiliki peran penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi delapan golongan penerima zakat (asnaf) yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Menurutnya, zakat bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga instrumen sosial yang mampu membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan.


Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Tanjungpinang, H. Adnan, S.Sos., menjelaskan bahwa pengelolaan dana zakat yang profesional dan transparan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Azmi, M.E. menyoroti peran strategis zakat dalam pembangunan ekonomi umat. Ia menjelaskan bahwa zakat memiliki dampak berkelanjutan dalam upaya mengurangi angka kemiskinan apabila dikelola secara tepat dan produktif.

“Zakat bukan sekadar instrumen distribusi kekayaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jika dikelola secara optimal, zakat dapat membantu menciptakan kemandirian ekonomi dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan umat,” ujarnya.

Azmi juga menekankan pentingnya dukungan seluruh elemen, baik pemerintah, lembaga pengelola zakat, dunia pendidikan, maupun masyarakat, dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi umat Islam untuk menunaikan zakat. Menurutnya, optimalisasi penghimpunan dana zakat akan semakin memperbesar manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Narasumber turut mengajak masyarakat untuk memahami bahwa zakat, termasuk zakat mal, memiliki fungsi yang sangat luas dalam membangun solidaritas sosial. Edukasi mengenai zakat perlu terus digencarkan agar masyarakat memahami bahwa zakat tidak hanya membantu penerima manfaat secara langsung, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan dan pembangunan sosial yang berkelanjutan.


Melalui dialog tersebut, narasumber berharap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat terus meningkat sehingga kesadaran untuk menunaikan zakat juga semakin tumbuh. Kepercayaan publik menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pengelolaan dan penyaluran dana zakat bagi kepentingan umat.

Keterlibatan Muhammad Azmi, M.E. sebagai narasumber pada forum publik ini menunjukkan kontribusi nyata dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat dan diseminasi keilmuan. Kehadiran akademisi STAIN Kepri di media publik menjadi sarana untuk menyebarluaskan pemahaman keislaman yang moderat, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain memperkuat peran dosen sebagai sumber rujukan keilmuan di bidang ekonomi Islam, kegiatan ini juga turut meningkatkan visibilitas institusi sebagai pusat pengembangan kajian ekonomi syariah yang aktif memberikan kontribusi bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat Kepulauan Riau. Dengan demikian, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga pengelola zakat diharapkan dapat terus mendorong terciptanya ekosistem zakat yang produktif, transparan, dan berdampak bagi kesejahteraan umat. (Gby/MA)