السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

13 Tendik STAIN SAR Kepri Ikuti Profiling ASN, Dorong Tata Kelola SDM Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

  • 19 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 228
Berita Utama

Batam, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Transformasi tata kelola sumber daya manusia aparatur terus menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berbasis kinerja. Sejalan dengan agenda tersebut, sebanyak 13 tenaga kependidikan (tendik) S Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau mengikuti Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Computer Assisted Test (CAT) di UPT BKN Batam, Rabu (19/8/2026).

Profiling ASN merupakan proses pemetaan potensi dan kompetensi aparatur yang dilakukan secara digital dengan mencakup sejumlah aspek, antara lain kompetensi manajerial, sosial-kultural, literasi digital, serta aspek psikologis dan potensi individu. Program prioritas Badan Kepegawaian Negara (BKN) tersebut diarahkan untuk memperkuat penerapan sistem merit, manajemen talenta, serta perencanaan dan pengembangan karier ASN secara lebih objektif dan terukur.

Pelaksanaan profiling menjadi bagian dari Program Percepatan Penyediaan Data Potensi dan Kompetensi ASN di lingkungan Kementerian Agama. Melalui penyediaan data yang komprehensif, setiap pegawai diharapkan dapat dipetakan berdasarkan potensi, kompetensi, dan kapasitasnya sehingga pengelolaan sumber daya manusia dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan (AUAK) STAIN SAR Kepri, Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I., mengatakan transformasi manajemen ASN menuntut perubahan paradigma dalam pengelolaan aparatur. Menurutnya, kebijakan kepegawaian tidak lagi semata-mata didasarkan pada asumsi, tetapi harus bertumpu pada data yang valid, presisi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Era baru manajemen ASN menuntut setiap kebijakan berbasis data yang sahih dan akuntabel. Profiling ASN menjadi instrumen penting untuk memastikan pengembangan karier, promosi, maupun pengembangan kompetensi dilakukan berdasarkan potensi yang dimiliki setiap pegawai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Profiling ASN mengacu pada Surat Edaran Kepala BKN Nomor 6 Tahun 2026 tentang Profiling Aparatur Sipil Negara. Kebijakan tersebut menjadi salah satu instrumen dalam mendukung percepatan implementasi sistem merit melalui penyediaan basis data nasional mengenai potensi dan kompetensi ASN yang terintegrasi.

Data yang diperoleh melalui profiling selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar dalam penerapan manajemen talenta ASN, penyusunan kebijakan promosi dan mutasi berbasis kompetensi, serta pengembangan program peningkatan kapasitas pegawai sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing individu.


“Melalui pemetaan yang komprehensif, Kementerian Agama akan memiliki basis data yang mampu mendukung sistem suksesi jabatan, pengembangan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), serta penguatan manajemen talenta secara berkelanjutan,” jelas Dr. Imam.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa Profiling ASN tidak hanya diarahkan untuk mengukur kompetensi teknis, manajerial, dan sosial-kultural. Proses tersebut juga mencakup pemetaan potensi dasar, kemampuan kognitif, kapasitas kepemimpinan, literasi digital, serta pemahaman terhadap analisis jabatan dan uraian tugas.

Rangkaian instrumen tersebut menjadi penting di tengah perubahan lingkungan kerja birokrasi yang semakin dinamis dan terdigitalisasi. Pemetaan potensi dan kompetensi diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kesiapan ASN dalam menjalankan tugas sekaligus menghadapi tuntutan transformasi birokrasi.

Bagi STAIN SAR Kepri, keikutsertaan 13 tenaga kependidikan dalam program tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi untuk mendukung pengelolaan sumber daya manusia yang profesional dan berbasis kompetensi. Hasil profiling diharapkan dapat menjadi pijakan dalam mengidentifikasi potensi pegawai serta merancang pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan kelembagaan.

Pada akhirnya, Profiling ASN tidak sekadar menjadi proses pengukuran kompetensi, tetapi merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem manajemen ASN yang lebih objektif, transparan, dan berorientasi pada kinerja. Dengan data yang tepat, prinsip the right man on the right place diharapkan semakin mudah diwujudkan sehingga setiap ASN dapat berkontribusi secara optimal sesuai potensi dan kompetensinya.

Keikutsertaan STAIN SAR Kepri dalam program ini sekaligus menegaskan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian integral dari agenda transformasi kelembagaan. ASN yang dipetakan secara tepat, dikembangkan secara berkelanjutan, dan ditempatkan sesuai kompetensinya diharapkan mampu menjadi fondasi bagi terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang semakin profesional, adaptif, dan berdaya saing. (LF/MS)