السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari Puncak Bintan untuk Indonesia, MAPALA STAIN SAR Kepri Satukan Komunitas Pecinta Alam dalam Camp Merah Putih 2026

  • 17 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 157
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga dapat diwujudkan melalui persaudaraan, kepedulian terhadap alam, dan aksi nyata menjaga lingkungan. Semangat tersebut dihadirkan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui Camp Merah Putih 2026 di Gunung Bintan, Minggu–Senin (16–17/8/2026).

Mengusung tema “Dari Puncak Bintan untuk Indonesia”, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus kolaborasi bagi komunitas pecinta alam se-Tanjungpinang dan Bintan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebanyak 10 komunitas pecinta alam turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, terdiri atas tiga organisasi mahasiswa pecinta alam (MAPALA) serta sejumlah komunitas pecinta alam yang berasal dari kawasan Tanjungpinang dan Bintan. MAPALA STAIN SAR Kepri bertindak sebagai inisiator kegiatan.

Camp Merah Putih 2026 dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan pendakian atau perkemahan, tetapi sebagai ruang membangun solidaritas dan kesadaran ekologis antarkomunitas. Rangkaian kegiatan diisi dengan gala dinner, sharing time, upacara bersama, permainan kebersamaan, hingga aksi bersih-bersih Gunung Bintan.

Melalui sharing time, para peserta berkesempatan bertukar pengalaman mengenai aktivitas kepencintaalaman, pengelolaan organisasi, serta berbagai tantangan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sementara itu, kegiatan bersih-bersih gunung menjadi bentuk aksi konkret peserta dalam menerjemahkan kecintaan terhadap alam ke dalam tindakan nyata.


Momentum upacara kemerdekaan di kawasan Gunung Bintan juga memberikan makna tersendiri. Dari ketinggian dan bentang alam Bintan, peserta bersama-sama meneguhkan semangat kebangsaan sekaligus merefleksikan kemerdekaan sebagai amanah untuk menjaga kekayaan alam Indonesia.

Perwakilan MAPALA STAIN SAR Kepri menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat antusiasme positif dari komunitas pecinta alam yang terlibat. Menurutnya, Camp Merah Putih memiliki nilai penting karena menjadi ruang mempererat hubungan sekaligus membangun tradisi kolaborasi antarkomunitas.

“Kegiatan ini sangat bagus untuk terus dilanjutkan. Kalau diingat, ini merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan. Pelaksanaannya sudah baik dan banyak komunitas yang sangat antusias mengikuti Camp Merah Putih 2026,” terang perwakilan MAPALA STAIN SAR Kepri.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kepencintaalaman dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran sosial yang mempertemukan berbagai latar belakang organisasi dalam semangat yang sama: persaudaraan, kebangsaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.


Bagi MAPALA STAIN SAR Kepri, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kepemimpinan dan kepedulian ekologis kepada generasi muda. Alam tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati keindahan, tetapi juga menjadi ruang belajar tentang tanggung jawab, disiplin, solidaritas, dan keberlanjutan.

Ke depan, Camp Merah Putih diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan memperluas bentuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

“Harapannya kegiatan ini dapat terus berlanjut ke depannya. Kami juga mendoakan agar Indonesia tetap menjadi negara yang hebat dan terus maju, dengan alam yang bersih serta terjaga,” ujarnya.

Dari puncak Gunung Bintan, semangat kemerdekaan kemudian diterjemahkan menjadi pesan sederhana namun bermakna: mencintai Indonesia berarti menjaga alamnya, merawat persaudaraannya, dan mengambil peran dalam memastikan keberlanjutannya. (LF/Deni)