السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga dapat diwujudkan melalui persaudaraan, kepedulian terhadap alam, dan aksi nyata menjaga lingkungan. Semangat tersebut dihadirkan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui Camp Merah Putih 2026 di Gunung Bintan, Minggu–Senin (16–17/8/2026).
Mengusung
tema “Dari Puncak Bintan untuk Indonesia”, kegiatan tersebut menjadi
ruang silaturahmi sekaligus kolaborasi bagi komunitas pecinta alam
se-Tanjungpinang dan Bintan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81
Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak
10 komunitas pecinta alam turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, terdiri
atas tiga organisasi mahasiswa pecinta alam (MAPALA) serta sejumlah komunitas
pecinta alam yang berasal dari kawasan Tanjungpinang dan Bintan. MAPALA STAIN
SAR Kepri bertindak sebagai inisiator kegiatan.
Camp
Merah Putih 2026 dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan pendakian atau
perkemahan, tetapi sebagai ruang membangun solidaritas dan kesadaran ekologis
antarkomunitas. Rangkaian kegiatan diisi dengan gala dinner, sharing time,
upacara bersama, permainan kebersamaan, hingga aksi bersih-bersih Gunung
Bintan.
Melalui sharing time, para peserta berkesempatan bertukar pengalaman mengenai aktivitas kepencintaalaman, pengelolaan organisasi, serta berbagai tantangan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sementara itu, kegiatan bersih-bersih gunung menjadi bentuk aksi konkret peserta dalam menerjemahkan kecintaan terhadap alam ke dalam tindakan nyata.
.jpeg)
Momentum
upacara kemerdekaan di kawasan Gunung Bintan juga memberikan makna tersendiri.
Dari ketinggian dan bentang alam Bintan, peserta bersama-sama meneguhkan
semangat kebangsaan sekaligus merefleksikan kemerdekaan sebagai amanah untuk
menjaga kekayaan alam Indonesia.
Perwakilan
MAPALA STAIN SAR Kepri menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat antusiasme
positif dari komunitas pecinta alam yang terlibat. Menurutnya, Camp Merah
Putih memiliki nilai penting karena menjadi ruang mempererat hubungan
sekaligus membangun tradisi kolaborasi antarkomunitas.
“Kegiatan
ini sangat bagus untuk terus dilanjutkan. Kalau diingat, ini merupakan kegiatan
kedua yang dilaksanakan. Pelaksanaannya sudah baik dan banyak komunitas yang
sangat antusias mengikuti Camp Merah Putih 2026,” terang perwakilan MAPALA
STAIN SAR Kepri.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kepencintaalaman dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran sosial yang mempertemukan berbagai latar belakang organisasi dalam semangat yang sama: persaudaraan, kebangsaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Bagi
MAPALA STAIN SAR Kepri, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya
menanamkan nilai kepemimpinan dan kepedulian ekologis kepada generasi muda.
Alam tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati keindahan, tetapi juga menjadi
ruang belajar tentang tanggung jawab, disiplin, solidaritas, dan keberlanjutan.
Ke
depan, Camp Merah Putih diharapkan dapat terus dilaksanakan secara
berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan memperluas bentuk
kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
“Harapannya
kegiatan ini dapat terus berlanjut ke depannya. Kami juga mendoakan agar
Indonesia tetap menjadi negara yang hebat dan terus maju, dengan alam yang
bersih serta terjaga,” ujarnya.
Dari
puncak Gunung Bintan, semangat kemerdekaan kemudian diterjemahkan menjadi pesan
sederhana namun bermakna: mencintai Indonesia berarti menjaga alamnya, merawat
persaudaraannya, dan mengambil peran dalam memastikan keberlanjutannya. (LF/Deni)