السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa KKN STAIN Kepri Edukasi Siswa SMPN 28 Bintan Buyu tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

  • 14 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 23
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) Kelompok Bintan 04 Dusun II 2026 menggelar sosialisasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di SMP Negeri 28 Bintan Buyu, Jumat (14/8). Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar kepada siswa mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan saat menghadapi situasi darurat sebelum mendapatkan penanganan medis.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh mahasiswa KKN Bintan 04 Dusun II, Nur Apriyanti, serta Ketua RT 007, Sutarti. Para siswa mendapatkan materi mengenai pentingnya pertolongan pertama sebagai tindakan awal yang cepat dan tepat untuk membantu korban sakit atau kecelakaan sebelum tenaga kesehatan memberikan penanganan lebih lanjut.

Dalam pemaparannya Nur Apriyanti, mahasiswa menjelaskan bahwa tujuan utama P3K adalah menyelamatkan nyawa korban, mencegah kondisi menjadi lebih buruk, mengurangi rasa sakit, mempercepat proses pemulihan, serta menjaga keselamatan penolong saat memberikan bantuan.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan prinsip-prinsip dasar dalam melakukan pertolongan pertama. Di antaranya adalah tetap tenang dan tidak panik, memastikan lokasi kejadian aman sebelum memberikan bantuan, memeriksa kesadaran korban, serta memastikan kondisi pernapasan korban dalam keadaan baik.

Mahasiswa juga menekankan pentingnya tidak memindahkan korban secara sembarangan, terutama jika terdapat dugaan cedera pada leher atau tulang belakang. Dalam kondisi tertentu, siswa dianjurkan untuk segera melaporkan kejadian kepada guru, orang tua, atau menghubungi layanan darurat agar korban memperoleh penanganan yang tepat.

Pada kesempatan tersebut, peserta dikenalkan dengan berbagai perlengkapan dasar yang umumnya terdapat dalam kotak P3K, seperti kain kasa, perban, plester luka, cairan antiseptik, kapas, obat luka ringan, gunting tumpul, pinset, dan sarung tangan sekali pakai. Pengetahuan ini diberikan agar siswa memahami fungsi setiap perlengkapan dan dapat menggunakannya sesuai kebutuhan.

Materi sosialisasi juga mencakup cara menangani beberapa kondisi cedera yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Untuk luka lecet atau tergores, siswa diajarkan membersihkan luka menggunakan air mengalir dan sabun, mengeringkannya, kemudian memberikan antiseptik sebelum menutup luka apabila diperlukan.

Sementara itu, untuk luka yang mengalami perdarahan, siswa diperkenalkan pada teknik memberikan tekanan menggunakan kain bersih guna membantu menghentikan aliran darah. Adapun pada kondisi pingsan, peserta diajarkan untuk membaringkan korban di tempat yang aman, melonggarkan pakaian yang ketat, serta memastikan korban memperoleh sirkulasi udara yang cukup.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri berupaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengetahuan pertolongan pertama dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tersebut dinilai penting mengingat kecelakaan ringan maupun kondisi darurat dapat terjadi kapan saja, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Mahasiswa KKN berharap sosialisasi ini dapat menumbuhkan sikap peduli, empati, dan tanggung jawab siswa untuk saling membantu ketika menghadapi situasi darurat. Selain itu, materi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dasar bagi siswa dalam memberikan pertolongan awal secara aman dan tepat sebelum bantuan medis datang. (Gby/Mika)