السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa Prodi HESy STAIN Kepri Soroti Isu Lingkungan Pesisir dalam Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau

  • 15 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 14
Berita Utama

Riau, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN Kepri), Awalludin Rahmadi, menyuarakan pentingnya pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan pesisir dalam kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau yang berlangsung di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (15/8).

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, akademisi, tokoh nasional, tokoh masyarakat, hingga warga pesisir. Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai isu pembangunan, sosial, dan lingkungan yang dihadapi masyarakat di wilayah pesisir.

Dalam kesempatan itu, Awalludin yang juga merupakan putra daerah Kateman menyampaikan pandangannya mengenai tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat pesisir. Menurutnya, pembangunan tidak hanya perlu mempertimbangkan aspek pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.

Pandangan tersebut disampaikan di hadapan sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Bupati Indragiri Hilir H. Herman, Rocky Gerung, dan Prof. Robertus Robet.

Turut hadir Kapolres Indragiri Hilir beserta jajaran, Dandim 0314/Inhil, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indragiri Hilir, Forkopimcam Kateman, para kepala desa se-Kecamatan Kateman, serta tokoh masyarakat setempat.

Awalludin mengangkat pertanyaan mengenai hubungan antara pembangunan, keuntungan ekonomi, dan tanggung jawab ekologis. Ia menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak jangka panjang dari pembangunan terhadap lingkungan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Menurut Awalludin, wilayah pesisir seperti Kuala Selat memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap kondisi ekosistem. Keberadaan laut, kawasan mangrove, dan sumber daya alam lainnya tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menopang aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

Isu tersebut dinilai relevan dengan kondisi yang dihadapi sejumlah wilayah pesisir di Kecamatan Kateman, termasuk ancaman abrasi dan kerentanan ekosistem yang dapat berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

Ia menilai bahwa mahasiswa memiliki peran untuk menghadirkan perspektif akademik dalam berbagai forum publik, terutama yang berkaitan dengan persoalan masyarakat. Selain memahami teori di ruang perkuliahan, mahasiswa juga perlu terlibat dalam diskusi yang menyangkut kepentingan publik dan pembangunan daerah.

Kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau menjadi salah satu ruang yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berdialog mengenai tantangan dan potensi wilayah pesisir. Forum tersebut sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat dan generasi muda untuk menyampaikan aspirasi serta gagasan terkait pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui keterlibatannya dalam kegiatan tersebut, Awalludin berharap isu perlindungan lingkungan pesisir dapat terus menjadi perhatian dalam proses pembangunan. Menurutnya, pembangunan dan pelestarian lingkungan perlu berjalan secara seimbang agar manfaat yang dirasakan saat ini tidak mengurangi kualitas lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi mendatang. (Gby/Awal)