السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Doa Menag Nasaruddin Umar: Menyatukan Hati dan Merawat Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan

  • 14 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 16
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Doa yang disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 mendapat perhatian berbagai kalangan. Selain berisi harapan untuk bangsa, doa tersebut juga memuat pesan tentang pentingnya persatuan, kepedulian sosial, dan semangat mengisi kemerdekaan melalui tindakan nyata.

Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Prof. Dr. Azni, M.Ag., menilai pesan yang disampaikan Menteri Agama relevan dengan kondisi bangsa saat ini yang dihadapkan pada berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Menurut Prof. Azni, kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui seremoni tahunan, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

"Pesan yang disampaikan Menteri Agama mengajak kita untuk kembali melihat makna kemerdekaan secara lebih mendalam. Kemerdekaan harus menjadi semangat untuk terus berbuat baik, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan memberikan manfaat bagi sesama," ujarnya, Jumat (14/8).

Ia mengatakan, salah satu pesan penting dalam doa tersebut adalah ajakan untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia. Baginya, perbedaan bukanlah penghalang untuk maju bersama, melainkan kekuatan yang harus dirawat.

"Indonesia dibangun dari banyak perbedaan. Karena itu, yang perlu kita jaga adalah semangat saling menghormati, saling memahami, dan bekerja sama untuk tujuan yang lebih besar, yaitu kemajuan bangsa," kata Prof. Azni.

Selain itu, ia juga menyoroti pesan tentang pentingnya sikap terbuka terhadap kritik dan evaluasi diri. Menurutnya, kemampuan untuk menerima masukan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Dalam konteks perguruan tinggi, Prof. Azni menilai nilai-nilai tersebut perlu terus ditanamkan kepada mahasiswa. Kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

"Mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan kepekaan sosial dan semangat untuk berkontribusi. Ilmu yang dimiliki harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Prof. Azni juga mengapresiasi pesan Menteri Agama yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian. Menurutnya, ukuran kemajuan bangsa tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Bagi STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, lanjutnya, semangat tersebut sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Momentum menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, menurut Prof. Azni, dapat menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi bersama mengenai kontribusi yang telah diberikan bagi bangsa dan negara.

"Mencintai Indonesia tidak selalu harus melalui hal-hal besar. Belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan jujur, menjaga persatuan, membantu sesama, dan memberikan manfaat di lingkungan sekitar juga merupakan bentuk cinta kepada negeri," tuturnya.


Ia berharap semangat yang disampaikan dalam doa Menteri Agama dapat menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat.

"Kemerdekaan adalah amanah yang harus dijaga bersama. Tugas kita hari ini adalah memastikan bahwa kemerdekaan itu menghadirkan manfaat bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang," pungkasnya. (HumasKemenagRI)