السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

PKM Internasional, STAIN SAR Kepri–KUIJSI Malaysia Siapkan Gen-Z Melek Keuangan Syariah

  • 14 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 167
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Generasi Z memiliki posisi strategis dalam membentuk masa depan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Menyadari pentingnya literasi tersebut, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) dan Program Studi Akuntansi Syariah (AKS) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau berkolaborasi dengan Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim (KUIJSI), Malaysia, menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertaraf internasional dengan topik “Sosialisasi Sistem Manajemen Lembaga Keuangan Syariah pada Gen-Z”, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang diikuti dosen dan mahasiswa Prodi MBS dan AKS STAIN SAR Kepri serta pensyarah dan pelajar KUIJSI Malaysia tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus pertukaran perspektif mengenai pengelolaan lembaga keuangan berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap sistem pengelolaan keuangan syariah. Sebagai generasi yang akan mengambil peran dalam berbagai sektor ekonomi, Gen Z perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai prinsip, tata kelola, dan manfaat lembaga keuangan syariah.

Melalui sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep pengelolaan lembaga keuangan syariah sekaligus didorong untuk memahami pentingnya penerapan prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi. Literasi tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami konsep keuangan, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial secara bijak dan bertanggung jawab.

Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) STAIN SAR Kepri, Kamaruzaman, M.M., menjelaskan bahwa PKM kolaborasi internasional tersebut merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai peran strategis lembaga keuangan syariah.


“Gen Z merupakan generasi penerus yang akan mengisi berbagai lini perekonomian. Karena itu, pemahaman mengenai sistem manajemen lembaga keuangan syariah perlu diperkuat sejak dini agar mereka mampu menjadi generasi yang memahami sekaligus mengampanyekan pentingnya pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip syariah,” jelasnya.

Menurutnya, literasi keuangan syariah tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga menyangkut nilai keadilan, transparansi, amanah, serta tanggung jawab dalam mengelola sumber daya ekonomi.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dan pelajar dari dua negara menjadikan kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun wawasan lintas budaya sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.

“PKM ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang bagi mahasiswa dan pelajar Indonesia dan Malaysia untuk bertukar pengalaman mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di masing-masing negara,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Sekolah Muamalat dan Pengurusan KUIJSI, Puan Nur Hafizah Binti Jamaluddin, mengapresiasi pelaksanaan PKM kolaborasi internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan bersama antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia menjadi langkah penting dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan kedua institusi.


Ia menilai pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan generasi muda dari dua negara memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas karena peserta tidak hanya memperoleh materi secara akademik, tetapi juga berkesempatan membangun komunikasi dan memahami perspektif lintas negara mengenai ekonomi syariah.

Kolaborasi STAIN SAR Kepri dan KUIJSI Malaysia tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dikembangkan dalam lingkup internasional dengan mengangkat isu yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Literasi keuangan syariah menjadi salah satu aspek penting dalam menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi yang inklusif, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Melalui kegiatan ini, STAIN SAR Kepri dan KUIJSI Malaysia menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi akademik yang tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi diwujudkan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan generasi masa depan. (LF/KMZ)