السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN SAR Kepri Optimistis Raih Akreditasi Unggul, Asesmen Lapangan LAMDIK Prodi S-2 MPI Resmi Dimulai

  • 16 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 72
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau secara resmi memulai pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (S-2 MPI) pada Kamis–Jumat (16–17/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Kuliah Terpadu STAIN SAR Kepri tersebut menjadi tahapan krusial dalam upaya peningkatan mutu akademik sekaligus ikhtiar institusi meraih predikat Akreditasi Unggul.

Asesmen lapangan menghadirkan dua asesor LAMDIK, yakni Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Pd. dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dan Dr. Apud, S.Ag., M.Pd. dari Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kegiatan turut dihadiri Ketua STAIN SAR Kepri, jajaran pimpinan, Ketua Senat, Kepala Pusat Penjaminan Mutu (P2M), Ketua dan Sekretaris Program Studi S-2 MPI, tim akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para pengguna lulusan.

Kepala Pusat Penjaminan Mutu (P2M) STAIN SAR Kepri, Dr. M. Taufiq, M.S.I., dalam laporannya menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan tahapan verifikasi akhir atas dokumen akreditasi yang telah disusun secara komprehensif oleh Program Studi S-2 MPI.

Ia menjelaskan bahwa seluruh unsur pendukung telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran proses asesmen, mulai dari tim akreditasi, dosen, mahasiswa, alumni, hingga pengguna lulusan yang akan terlibat dalam sesi konfirmasi dan wawancara bersama asesor.

"Kami berharap pelaksanaan asesmen lapangan ini berjalan lancar dan menjadi momentum memperoleh berbagai masukan konstruktif dari asesor untuk penyempurnaan mutu Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam," ujarnya.


Secara resmi membuka kegiatan, Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan bahwa asesmen lapangan bukan sekadar proses penilaian administratif, tetapi menjadi bagian dari komitmen institusi dalam membangun budaya mutu secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, ia memperkenalkan profil STAIN SAR Kepri sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Provinsi Kepulauan Riau yang saat ini terus berkembang menuju transformasi kelembagaan.

Ia menjelaskan bahwa STAIN SAR Kepri kini memiliki 11 program studi jenjang sarjana dan dua program studi magister, serta tengah mempersiapkan transformasi menuju institut sebagai bagian dari penguatan kelembagaan.

Selain itu, berbagai pembangunan infrastruktur pendidikan, penguatan sistem penjaminan mutu, peningkatan kerja sama internasional, hingga pengembangan budaya akademik berbasis keislaman dan kemelayuan terus dilakukan secara berkelanjutan.

"Target kami adalah memperoleh predikat Baik Sekali, bahkan terus bergerak menuju Unggul. Akreditasi bukan sekadar capaian administratif, tetapi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat daya saing institusi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat," tegasnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh tim akreditasi yang telah bekerja secara intensif mempersiapkan berbagai dokumen dan kebutuhan asesmen.


Sementara itu, Ketua Tim Asesor LAMDIK, Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Pd., menjelaskan bahwa kehadiran asesor bukan untuk mencari kekurangan, melainkan melakukan proses konfirmasi terhadap data yang telah disampaikan dalam dokumen akreditasi.

Menurutnya, asesmen lapangan merupakan ruang dialog akademik untuk memastikan kesesuaian antara dokumen evaluasi diri dengan implementasi yang berlangsung di lapangan.

"Kami hadir bukan sebagai inspektur, melainkan sebagai mitra yang memberikan masukan dan penguatan terhadap mutu program studi. Yang kami lakukan selama dua hari ini adalah mengonfirmasi data serta melihat implementasinya secara langsung," jelasnya.

Ia berharap seluruh civitas academica dapat memberikan informasi yang objektif sehingga proses asesmen berjalan secara optimal.

Senada dengan itu, asesor Dr. Apud, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian dari proses verifikasi yang bertujuan memastikan validitas seluruh data yang telah dilaporkan pada tahap asesmen kecukupan.

Menurutnya, kelengkapan dokumen, konsistensi implementasi, serta dukungan seluruh sivitas academica menjadi faktor penting dalam menghasilkan penilaian yang objektif.


"Asesmen lapangan pada hakikatnya adalah proses konfirmasi terhadap apa yang telah dilaporkan. Karena itu, kesiapan data, bukti pendukung, dan implementasi nyata menjadi aspek yang sangat menentukan dalam proses penilaian," ungkapnya.

Selama dua hari pelaksanaan asesmen, asesor dijadwalkan melakukan serangkaian kegiatan, meliputi sesi bersama pimpinan perguruan tinggi, konfirmasi dokumen, wawancara dengan dosen, mahasiswa, alumni, tenaga kependidikan, pengguna lulusan, hingga peninjauan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.

Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, STAIN SAR Kepri optimistis Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam mampu memperoleh hasil terbaik sekaligus semakin memperkuat budaya penjaminan mutu yang berkelanjutan. Capaian tersebut diharapkan menjadi fondasi strategis dalam mendukung transformasi kelembagaan serta meningkatkan daya saing STAIN SAR Kepri sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (LF/Gby)