السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menghadirkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada penguatan kualitas pendidikan anak usia dini berbasis Islam di RA Al-Falah Toapaya Kabupaten Bintan. Program bertajuk “Penguatan Manajemen Sarana Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Islam di RA Al-Falah Toapaya Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau” ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam memberikan solusi akademik terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan
ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi dalam memberikan
kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan masyarakat. Tim dosen pengabdi
terdiri atas Megawati, M.M., Dr. Erlina Gusnita, M.Pd., serta mahasiswa Program
Studi Manajemen Pendidikan Islam, Doddy Aswaldy Midduk dan Maysita Anggraini.
RA
Al-Falah Toapaya merupakan lembaga pendidikan anak usia dini berbasis Islam
yang telah berdiri selama kurang lebih 23 tahun dan menjadi satu-satunya
Raudhatul Athfal (RA) di wilayah Toapaya, Kabupaten Bintan. Meski memiliki
peran penting dalam memberikan layanan pendidikan berbasis nilai keislaman,
lembaga ini masih menghadapi keterbatasan sarana pembelajaran, seperti kondisi
ruang kelas yang membutuhkan perbaikan, minimnya media edukatif, serta
keterbatasan alat permainan edukatif (APE).
Ketua
tim pengabdi, Megawati, M.M., menjelaskan bahwa penguatan manajemen sarana
pembelajaran menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak
usia dini. Sarana pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas
pendukung, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam menciptakan lingkungan
belajar yang mampu mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan
spiritual anak.
“Melalui
program ini, kami berupaya membantu RA Al-Falah dalam mengidentifikasi
kebutuhan, memperbaiki fasilitas pembelajaran, serta meningkatkan kompetensi
guru dalam memanfaatkan media pembelajaran kreatif dan kontekstual,” ujarnya Jum'at, (10/7/2026).
Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan pihak sekolah secara aktif mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Kegiatan meliputi observasi kebutuhan sarana, pengembangan media pembelajaran, penataan ruang kelas, pelatihan guru, serta pendampingan implementasi pembelajaran di kelas.


Program
penguatan sarana pembelajaran mencakup pembuatan media berbasis alat permainan
edukatif (APE), penyediaan alat bantu belajar visual dan permainan, serta
pengembangan media pembelajaran berbasis bahan lokal. Selain itu, guru juga
mendapatkan pelatihan manajemen sarana pembelajaran dan penggunaan media
kreatif untuk mendukung pembelajaran aktif dan menyenangkan.
Dr.
Erlina Gusnita, M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini membutuhkan
lingkungan belajar yang kondusif dan interaktif.
“Anak
usia dini belajar melalui pengalaman langsung, permainan, dan interaksi dengan
lingkungan. Karena itu, sarana pembelajaran yang tepat menjadi bagian penting
dalam mendukung perkembangan anak sekaligus memperkuat nilai-nilai Islam dalam
proses pendidikan,” jelasnya.
Melalui
kegiatan ini, STAIN SAR Kepri berharap RA Al-Falah mampu meningkatkan kualitas
pengelolaan sarana pembelajaran, memperkuat kompetensi pendidik, serta
menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kreatif dan bermakna bagi peserta
didik.
Program
pengabdian ini menjadi wujud komitmen STAIN SAR Kepri dalam memperkuat peran
perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat melalui pengembangan ilmu
pengetahuan dan peningkatan mutu pendidikan Islam di Kepulauan Riau. (LF)
Unit Halal Perkuat Pendampingan Sertifikasi Halal bagi UMK pada Bazar MTQ XII Provinsi Kepri