السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Laboratorium Perbankan STAIN Kepri Gelar Penyuluhan Digitalisasi 5.0 Bahas CBPR dan Cross Border Payment

  • 09 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 45
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Laboratorium Perbankan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar kegiatan Penyuluhan Digitalisasi 5.0 dengan tema CBPR (Cinta, Bangga, Paham Rupiah) dan Cross Border Payment pada Kamis (9/7). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Perbankan STAIN Kepri ini menghadirkan praktisi perbankan dan akademisi untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai perkembangan sistem pembayaran digital dan peran rupiah dalam perekonomian nasional.

Kegiatan dihadiri oleh Muhammad Faried, S.E., M.M. selaku Team Leader BRKS Pamedan, Aulia Rahman, M.E.I. selaku Kepala Laboratorium Perbankan STAIN Kepri, M. Azmi, M.E. selaku Pembina Generasi Baru Indonesia (GenBI), mahasiswa penerima Beasiswa Bank Indonesia, Kelompok Studi Pasar Modal, serta mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Akuntansi Syariah, dan Manajemen Bisnis Syariah STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.

Dalam sambutannya, Kepala Laboratorium Perbankan STAIN Kepri, Aulia Rahman, M.E.I., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola transaksi masyarakat dari sistem pembayaran tunai menuju pembayaran digital.

“Di era digital saat ini, transaksi melalui telepon seluler semakin berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pembayaran tidak lagi hanya dilakukan secara tunai, tetapi juga melalui berbagai metode pembayaran non-tunai atau cashless yang semakin mudah dan efisien,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Faried, S.E., M.M. menyampaikan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga dan memahami nilai rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. Menurutnya, mahasiswa merupakan garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga dan menggunakan rupiah secara bijak.

Ia menekankan bahwa setiap lembar rupiah memiliki makna penting bagi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami konsep CBPR (Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah) agar mampu mengenali berbagai potensi penyalahgunaan uang serta meningkatkan kesadaran terhadap peran rupiah dalam pembangunan ekonomi nasional.


Pada kesempatan yang sama, M. Azmi, M.E. menjelaskan perkembangan kebijakan Cross Border Payment yang terus diperkuat oleh Bank Indonesia. Menurutnya, sistem pembayaran lintas negara yang dikembangkan Indonesia telah mendapatkan kepercayaan dari berbagai negara dan mulai digunakan dalam transaksi internasional.

“Kerja sama pembayaran lintas negara terus ditingkatkan oleh Bank Indonesia. Saat ini sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang telah menjalin kerja sama dalam penggunaan sistem pembayaran yang dikembangkan Indonesia,” jelasnya.

Ketua GenBI STAIN Kepri, Fadhlu, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai hubungan antara kebijakan yang dirumuskan oleh Bank Indonesia dan implementasinya oleh perbankan di lapangan.


“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana Bank Indonesia membuat kebijakan, sementara perbankan menjalankan dan mengimplementasikan kebijakan tersebut kepada masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai CBPR dan Cross Border Payment, khususnya dalam konteks Kepulauan Riau sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain dan menjadi salah satu daerah yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk mendukung kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan sistem pembayaran digital di era ekonomi global. (Gby/Azmi)