السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Hari Kedua Asesmen Lapangan, Asesor LAM Kependidikan Observasi Pembelajaran Prodi TBI STAIN SAR Kepri

  • 08 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 129
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau memasuki hari kedua pada Rabu (8/7/2026). Memasuki tahapan ini, tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAM Kependidikan) memfokuskan penilaian pada implementasi proses pembelajaran melalui observasi perkuliahan (microteaching) dan verifikasi praktik akademik di kelas.

Asesmen lapangan merupakan tahapan penting dalam proses akreditasi sebagai evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, tata kelola, sistem penjaminan mutu, sumber daya, serta capaian akademik program studi. Kegiatan ini melibatkan unsur pimpinan, tim akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan.

Tim asesor LAM Kependidikan terdiri atas Prof. Dr. Phil. Saiful Akmal, S.Pd., M.A. dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Dr. Masitowarni Siregar, M.Ed. dari Universitas Negeri Medan.

Pada hari kedua, asesor melakukan observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran yang disampaikan oleh dosen Program Studi TBI, Irza Yuzulia, M.Pd., melalui mata kuliah Teaching English for Young Learners (TEFYL). Observasi difokuskan pada kesesuaian proses pembelajaran dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), strategi pembelajaran, keterlibatan mahasiswa, pemanfaatan media pembelajaran, serta pencapaian capaian pembelajaran mata kuliah.


Dalam pembelajaran tersebut, dosen memaparkan gambaran menyeluruh mengenai mata kuliah TEFYL yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi mengajar Bahasa Inggris bagi anak usia dini. Materi mencakup karakteristik young learners, strategi pembelajaran empat keterampilan berbahasa, pengelolaan kelas, penyusunan lesson plan, pengembangan media pembelajaran, hingga praktik microteaching berbasis Project-Based Learning.

Selain menekankan penguasaan kompetensi pedagogik, pembelajaran juga mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pendidikan melalui pengaitan materi dengan ayat Al-Qur'an dan hadis, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter calon pendidik.

Selama observasi, tim asesor menilai berbagai aspek pelaksanaan pembelajaran, mulai dari metode mengajar, interaksi dosen dengan mahasiswa, penggunaan media dan teknologi pembelajaran, hingga implementasi sistem penilaian berbasis proses. Kegiatan ini menjadi bagian dari verifikasi implementasi kurikulum yang telah dilaporkan dalam dokumen akreditasi.

Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris STAIN SAR Kepri, Taqiyuddin, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada tim asesor atas proses asesmen yang berlangsung secara objektif dan konstruktif. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan asesmen pada hari pertama hingga hari kedua berjalan dengan baik berkat sinergi seluruh sivitas akademika.

"Alhamdulillah, berkat dukungan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan, pelaksanaan asesmen lapangan berjalan lancar. Berbagai masukan dari tim asesor menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Tadris Bahasa Inggris," ujarnya.


Ia juga mengakui adanya beberapa catatan terkait penyempurnaan dokumen pendukung selama proses asesmen. Namun, seluruh rekomendasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh tim akreditasi sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan mutu secara berkelanjutan.

"Terdapat beberapa masukan terkait pembaruan dokumen, dan alhamdulillah seluruh tim dapat segera melengkapinya. Kami berharap hasil asesmen ini menjadi pijakan untuk terus memperkuat kualitas akademik dan membawa Program Studi Tadris Bahasa Inggris meraih hasil terbaik," tambahnya.

Melalui rangkaian asesmen lapangan ini, STAIN SAR Kepri kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan. Hasil asesmen diharapkan menjadi penguatan bagi Program Studi Tadris Bahasa Inggris dalam meningkatkan daya saing serta menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang unggul dan berkualitas. (LF)