السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahun 2026 STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan Aplikasi Web KIS serta metodologi pengabdian yang disampaikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) dalam rangkaian kegiatan pembekalan KKN yang berlangsung di Laboratorium Kompetensi Keagamaan Terpadu STAIN Kepri.
Materi tersebut dipaparkan langsung oleh Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), Dwi Rio Sudarroji, M.Psi., sebagai bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa agar mampu melaksanakan pengabdian berbasis data serta menghasilkan laporan yang sistematis dan berkualitas selama pelaksanaan KKN.
Dalam pemaparannya, Dwi Rio Sudarroji menjelaskan bahwa Aplikasi Web KIS menjadi salah satu instrumen penting yang digunakan mahasiswa dalam mendukung pelaksanaan KKN, khususnya dalam proses pendataan, pelaporan kegiatan, serta dokumentasi capaian program kerja di lokasi pengabdian. Melalui pemanfaatan aplikasi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengelola data secara lebih efektif, terstruktur, dan terdokumentasi dengan baik.
Selain pengenalan aplikasi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai metodologi pengabdian yang menjadi landasan dalam mengidentifikasi potensi, kebutuhan, dan permasalahan masyarakat di lokasi KKN. Menurutnya, program kerja yang baik harus disusun berdasarkan hasil observasi dan analisis kondisi lapangan sehingga program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu melihat kondisi riil di lapangan melalui pendekatan pengabdian sederhana. Dengan data yang valid dan analisis yang tepat, program kerja yang dirancang akan lebih terarah, relevan, dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam melakukan pengumpulan data, observasi, wawancara, serta penyusunan laporan hasil kegiatan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui materi ini, peserta KKN dibekali pemahaman mengenai tahapan pelaksanaan pengabdian lapangan, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis kondisi masyarakat, hingga penyusunan laporan dan rekomendasi program. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menghasilkan program pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat serta memiliki keberlanjutan setelah masa KKN berakhir.
Dwi Rio Sudarroji berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan Aplikasi Web KIS secara optimal dan menerapkan prinsip-prinsip metodologi pengabdian selama pelaksanaan KKN. Dengan demikian, kegiatan pengabdian yang dilakukan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di lokasi pengabdian.


Pembekalan ini menjadi salah satu materi penting dalam KKN Reguler 2026 karena memperkuat kapasitas mahasiswa dalam mengintegrasikan pengabdian masyarakat dengan pendekatan ilmiah. Melalui penguasaan teknologi pelaporan dan metodologi pengabdian, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang terukur, terdokumentasi dengan baik, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Gby)
Unit Halal Perkuat Pendampingan Sertifikasi Halal bagi UMK pada Bazar MTQ XII Provinsi Kepri