السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya akademik dan publikasi ilmiah melalui partisipasi aktif dosen dan mahasiswa pada International Conference on Qur'anic Studies and Islamic Civilization (ICQSIC) 2026 yang diselenggarakan secara hybrid oleh Universitas PTIQ Jakarta pada Kamis (18/6/2026).
Konferensi
internasional ini mengusung tema “Revisiting the Golden Age: Integrating
Qur'anic Inspiration and Prophetic Traditions in the Rise of Science,
Civilization, and Contemporary Challenges” dan diikuti oleh hampir 50
akademisi, peneliti, serta cendekiawan dari berbagai perguruan tinggi di
Indonesia maupun mancanegara.
Partisipasi
STAIN SAR Kepri pada forum ilmiah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi
penulisan artikel antara dosen dan mahasiswa Program Studi IAT. Tim penulis
terdiri atas dua dosen IAT, yaitu Nur Ikhlas, M.A. dan Dr. Muhammad Lazim, Lc.,
M.A., bersama Lulu Khairunnisa, mahasiswa Program Studi IAT, yang bersama-sama
menghadirkan kontribusi akademik dalam forum internasional tersebut.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem akademik yang mendorong keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional sejak dini, sekaligus membuka ruang kolaborasi penelitian antara mahasiswa dan dosen.

Dalam
rangkaian konferensi, peserta memperoleh berbagai perspektif mengenai
pengembangan kajian Al-Qur’an dan peradaban Islam dalam menjawab tantangan
kontemporer. Selain menjadi ruang diseminasi hasil penelitian, kegiatan
tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran jurnal akademik dan menjadi forum
yang mempertemukan para akademisi dari berbagai negara untuk membangun jejaring
keilmuan yang lebih luas.
Artikel
yang dipresentasikan pada konferensi ini direncanakan akan diterbitkan dalam Prosiding
Internasional ICQSIC 2026, sementara sejumlah artikel terbaik akan
direkomendasikan untuk dipublikasikan pada jurnal-jurnal di bawah Fakultas
Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas PTIQ Jakarta.
Lulu
Khairunnisa menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti forum ilmiah
internasional tersebut.
“Saya sangat bersyukur dapat ikut serta dalam konferensi ICQSIC 2026 di tengah para akademisi dan dosen dari berbagai institusi. Pengalaman ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga dan semoga menjadi langkah awal untuk terus berkembang serta berkontribusi lebih luas dalam dunia akademik,” ungkapnya.

Sementara
itu, dosen sekaligus Ketua Prodi IAT, Nur Ikhlas, M.A., menegaskan bahwa
keterlibatan mahasiswa dalam konferensi internasional merupakan bagian dari
strategi penguatan budaya akademik di lingkungan program studi.
“Kami
berharap keikutsertaan mahasiswa dan dosen dalam forum internasional seperti
ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa IAT lainnya untuk terus aktif dalam
penelitian dan publikasi ilmiah. Ke depan, kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam
bidang riset maupun pengabdian diharapkan semakin berkembang dan memberikan
dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Partisipasi
pada ICQSIC 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir STAIN SAR Kepri dalam mendorong internasionalisasi
akademik, memperluas jejaring keilmuan, serta menghadirkan budaya riset
kolaboratif yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan
masyarakat global. (LF/Lulu)
STAIN SAR Kepri Lantik Jabatan Fungsional ASN, Dorong Produktivitas dan Kinerja Akademik
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa IAT STAIN SAR Kepri Tembus Forum Internasional ICQSIC 2026
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN