السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Pelestarian budaya Melayu yang dipadukan dengan edukasi publik ditampilkan secara menarik melalui penampilan berbalas pantun oleh Labor Pantun dan Khazanah Kemelayuan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau pada kegiatan Kick Off Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Provinsi Kepulauan Riau. Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian yang menyita perhatian peserta karena menghadirkan pesan pembangunan ekonomi melalui pendekatan budaya yang komunikatif dan dekat dengan masyarakat.
Kegiatan
ini dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Amalia
Adininggar Widyasanti, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, Kepala BPS
Provinsi Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, serta para Bupati dan Wali
Kota se-Kepulauan Riau, unsur Forkopimda, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai
elemen masyarakat.
Penampilan
berbalas pantun dibawakan oleh Ramli Muasmara, M.Pd.I., Muhammad Khairil
Ramadhan, S.Pd., dan Aditya Syahputra, S.H. Melalui lantunan pantun yang sarat
nilai budaya dan pesan edukatif, para pemantun mengajak masyarakat memahami
pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai instrumen strategis dalam mendukung
pembangunan daerah dan nasional.
Dalam
rangkaian pantun yang disampaikan, ditegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026
merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk
memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan aktivitas usaha di
Indonesia. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan
pembangunan, penguatan investasi, perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan
daya saing ekonomi.
Selain
menyampaikan pentingnya pelaksanaan sensus, penampilan tersebut juga menekankan
bahwa data yang berkualitas menjadi fondasi utama pembangunan yang
berkelanjutan. Data yang akurat, mutakhir, dan terpercaya memungkinkan
pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan
masyarakat dan perkembangan sektor usaha.
Melalui
pantun yang dibawakan, masyarakat dan pelaku usaha juga diajak berpartisipasi
aktif dalam menyukseskan SE2026 dengan memberikan informasi yang benar,
lengkap, dan jujur kepada petugas sensus. Informasi tersebut akan menjadi dasar
pemetaan karakteristik dan dinamika sektor ekonomi di berbagai wilayah.
Pesan edukatif lainnya turut menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan data yang diberikan. Kerahasiaan data responden dijamin sesuai ketentuan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik dalam bentuk agregat tanpa membuka identitas individu maupun pelaku usaha.

Tidak
hanya itu, para pemantun turut mengapresiasi dukungan berbagai pemangku
kepentingan, mulai dari asosiasi usaha, pelaku UMKM, dunia industri, hingga
masyarakat luas yang menjadi bagian penting dalam mewujudkan data ekonomi yang
berkualitas.
Kepala
Labor Pantun dan Khazanah Kemelayuan STAIN SAR Kepri, Ramli Muasmara, M.Pd.I.,
menegaskan bahwa keterlibatan Labor Pantun dalam kegiatan ini merupakan bentuk
aktualisasi budaya Melayu sebagai media komunikasi publik yang relevan dengan
kebutuhan zaman.
“Pantun
bukan hanya warisan budaya yang perlu dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi
sarana edukasi yang efektif dalam menyampaikan pesan pembangunan kepada
masyarakat. Melalui pendekatan budaya, informasi yang disampaikan menjadi lebih
dekat, mudah dipahami, dan memiliki daya ingat yang kuat,” tegasnya.
Ia
menambahkan bahwa kolaborasi antara budaya, pendidikan, dan agenda pembangunan
menjadi langkah penting untuk memperkuat partisipasi publik dalam mendukung
program-program strategis nasional.
Melalui
penampilan berbalas pantun yang sarat makna tersebut, Labor Pantun dan Khazanah
Kemelayuan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menunjukkan peran
perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan,
tetapi juga sebagai penggerak pelestarian budaya dan edukasi masyarakat menuju
pembangunan ekonomi yang maju, inklusif, dan berdaya saing. (LF/RM)
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN