السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai ruang pertemuan antara kreativitas, inovasi, dan praktik pembelajaran, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau menyelenggarakan PIAUD Artventure Festival (PIAFest) 2026 bertema “Dari Imajinasi Menjadi Kreasi, dari Seni Menjadi Inspirasi” di Auditorium Razali Jaya STAIN SAR Kepri pada Senin (15/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi hasil pembelajaran mahasiswa sekaligus sarana menampilkan berbagai inovasi pendidikan anak usia dini kepada warga kampus.
PIAFest
2026 menghadirkan beragam penampilan seni mahasiswa serta pameran Alat
Permainan Edukatif (APE) hasil karya mahasiswa PIAUD dari berbagai semester.
Festival ini dirancang sebagai implementasi pembelajaran berbasis praktik yang
mengintegrasikan kreativitas, pedagogi, dan inovasi media pembelajaran anak
usia dini secara aplikatif dan kontekstual.
Kegiatan
dibuka secara resmi oleh Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi Program Studi
PIAUD dalam membangun budaya akademik yang produktif melalui kegiatan yang
tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menghadirkan ruang pembelajaran
nyata bagi mahasiswa.
Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan melalui PIAFest menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar dalam menghasilkan media pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.


“Berbagai
APE yang dipamerkan menunjukkan potensi inovasi mahasiswa yang dapat terus
dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.
Sementara
itu, Ketua Program Studi PIAUD, Nadya Nela Rosa, M.Psi., menjelaskan bahwa
PIAFest 2026 merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang mendorong
mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerjemahkannya
ke dalam karya yang memiliki nilai edukatif dan kebermanfaatan.
Menurutnya,
festival tersebut menjadi ruang aktualisasi kompetensi mahasiswa sekaligus
sarana untuk menumbuhkan kreativitas, kemampuan kolaborasi, serta kesiapan
menghadapi dinamika dunia pendidikan anak usia dini yang terus berkembang.
“Melalui
festival ini, mahasiswa didorong untuk menghadirkan karya yang tidak hanya
kreatif secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukatif bagi perkembangan
anak usia dini,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa PIAFest 2026 juga diharapkan mampu memperkuat identitas keilmuan Program Studi PIAUD sebagai ruang tumbuh lahirnya inovasi pembelajaran yang adaptif, inspiratif, dan berbasis kebutuhan anak.


Berbagai
APE yang dipamerkan menampilkan ragam inovasi pembelajaran, mulai dari media
pengenalan huruf, angka, warna, profesi, transportasi, bahasa Arab, hingga
permainan motorik dan eksploratif seperti smart box, pop up book,
puzzle edukatif, roda putar huruf, robot pembelajaran, papan geometri, serta
permainan berbasis koordinasi gerak anak. Keseluruhan karya tersebut menjadi
representasi kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan aspek pedagogik,
kreativitas, desain media, dan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak
usia dini.
Melalui
penyelenggaraan PIAFest 2026, Program Studi PIAUD STAIN SAR Kepri berharap
dapat terus menumbuhkan budaya akademik yang kreatif, inovatif, dan aplikatif,
sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan
pembelajaran anak usia dini yang inspiratif, humanis, dan relevan dengan
perkembangan zaman. (LF/Radiatul)
Dokumentasi:





SMA, SMK, dan MA Siap Bertanding! Turnamen Futsal Dalam Rangka Milad ke-16 STAIN Kepri Resmi Dibuka
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN