السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen dalam memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Arab yang adaptif terhadap perkembangan zaman kembali ditunjukkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui penyelenggaraan Seminar Nasional bertema “Pengembangan Bahan Ajar Maharah Kalam dan Istima’: Tantangan dan Inovasi” pada Kamis (11/6/2026).
Kegiatan
yang berlangsung di Ruang Rapat Dosen Gedung Baru STAIN SAR Kepri tersebut diselenggarakan secara hybrid,
memadukan pelaksanaan luring dan daring sehingga memungkinkan partisipasi
peserta dari berbagai wilayah dan perguruan tinggi.
Seminar
diikuti oleh dosen homebase Program Studi PBA, mahasiswa PBA STAIN SAR
Kepri, perwakilan program studi di lingkungan kampus, serta unsur Himpunan
Mahasiswa Program Studi (HMPS). Kegiatan ini juga dihadiri dosen dan mahasiswa
dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Darussalam Gontor,
Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA)
Gresik.
Ketua
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAIN SAR Kepri, Fajar Tresna Utama, M.A.,
dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran bahasa Arab tidak
cukup hanya melalui penguasaan teori, tetapi harus dibangun melalui praktik
berbahasa yang berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan bahan ajar memiliki peran strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang mendorong peserta didik untuk aktif menggunakan bahasa Arab dalam konteks komunikasi nyata.


“Belajar
bahasa Arab tidak hanya berhenti pada pemahaman konsep, tetapi membutuhkan
ruang praktik yang konsisten. Semakin sering bahasa digunakan dalam aktivitas
komunikasi, maka semakin berkembang pula kompetensi berbahasa yang dimiliki
peserta didik,” ujarnya.
Pada
sesi utama, seminar menghadirkan dua narasumber yang membahas strategi inovatif
dalam pengembangan pembelajaran keterampilan berbahasa Arab.
Narasumber
pertama, Dr. Ganjar Yusuf Sofian, M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa Arab
Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, memaparkan materi mengenai pengembangan
bahan ajar Maharah Istima’ (keterampilan menyimak) di era digital. Dalam
pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya integrasi teknologi, termasuk
pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan media digital, sebagai
instrumen untuk menghadirkan bahan ajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan
sesuai dengan karakter generasi pembelajar masa kini.
Menurutnya,
transformasi teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk memperluas akses
dan meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab.
Sementara
itu, narasumber kedua, Annisa Musyarofah, M.Pd., Founder Lembaga Kursus Bahasa
Arab Al Fajr Arabic Learning Center, membawakan materi tentang
pengembangan Maharah Kalam (keterampilan berbicara) melalui pendekatan
pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan.
Ia menekankan bahwa keterampilan berbicara dalam bahasa Arab perlu dibangun melalui strategi yang mampu meningkatkan keberanian, rasa percaya diri, serta keterlibatan aktif peserta didik selama proses pembelajaran.

“Pembelajaran
bahasa yang efektif bukan hanya membuat peserta didik memahami, tetapi juga
berani menggunakan bahasa tersebut dalam situasi nyata,” jelasnya.
Seminar
berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang
menunjukkan antusiasme peserta terhadap pengembangan bahan ajar bahasa Arab
yang lebih inovatif dan responsif terhadap perubahan.
Melalui
kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAIN SAR Kepri berharap
dapat memperluas wawasan akademik, memperkuat jejaring kolaborasi antarlembaga,
serta mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas
pendidikan bahasa Arab di era digital.
Kegiatan
ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Prodi PBA STAIN SAR Kepri dalam
menghadirkan pembelajaran bahasa Arab yang relevan, adaptif, dan berorientasi
pada penguatan kompetensi abad ke-21. (LF/FTU)
Selamat! Empat Mahasiswa PIAUD STAIN SAR Kepri Raih Beasiswa Kepri 2026, Bukti Semangat dan Prestasi
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN