السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Transformasi Pembelajaran Bahasa Arab di Era Digital, Seminar Nasional Prodi PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Bahan Ajar

  • 11 Juni 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 82
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen dalam memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Arab yang adaptif terhadap perkembangan zaman kembali ditunjukkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui penyelenggaraan Seminar Nasional bertema “Pengembangan Bahan Ajar Maharah Kalam dan Istima’: Tantangan dan Inovasi” pada Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dosen Gedung Baru STAIN SAR Kepri  tersebut diselenggarakan secara hybrid, memadukan pelaksanaan luring dan daring sehingga memungkinkan partisipasi peserta dari berbagai wilayah dan perguruan tinggi.

Seminar diikuti oleh dosen homebase Program Studi PBA, mahasiswa PBA STAIN SAR Kepri, perwakilan program studi di lingkungan kampus, serta unsur Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Kegiatan ini juga dihadiri dosen dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Darussalam Gontor, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAIN SAR Kepri, Fajar Tresna Utama, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran bahasa Arab tidak cukup hanya melalui penguasaan teori, tetapi harus dibangun melalui praktik berbahasa yang berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan bahan ajar memiliki peran strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang mendorong peserta didik untuk aktif menggunakan bahasa Arab dalam konteks komunikasi nyata.

“Belajar bahasa Arab tidak hanya berhenti pada pemahaman konsep, tetapi membutuhkan ruang praktik yang konsisten. Semakin sering bahasa digunakan dalam aktivitas komunikasi, maka semakin berkembang pula kompetensi berbahasa yang dimiliki peserta didik,” ujarnya.

Pada sesi utama, seminar menghadirkan dua narasumber yang membahas strategi inovatif dalam pengembangan pembelajaran keterampilan berbahasa Arab.

Narasumber pertama, Dr. Ganjar Yusuf Sofian, M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, memaparkan materi mengenai pengembangan bahan ajar Maharah Istima’ (keterampilan menyimak) di era digital. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya integrasi teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan media digital, sebagai instrumen untuk menghadirkan bahan ajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakter generasi pembelajar masa kini.

Menurutnya, transformasi teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk memperluas akses dan meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab.

Sementara itu, narasumber kedua, Annisa Musyarofah, M.Pd., Founder Lembaga Kursus Bahasa Arab Al Fajr Arabic Learning Center, membawakan materi tentang pengembangan Maharah Kalam (keterampilan berbicara) melalui pendekatan pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan.

Ia menekankan bahwa keterampilan berbicara dalam bahasa Arab perlu dibangun melalui strategi yang mampu meningkatkan keberanian, rasa percaya diri, serta keterlibatan aktif peserta didik selama proses pembelajaran.


“Pembelajaran bahasa yang efektif bukan hanya membuat peserta didik memahami, tetapi juga berani menggunakan bahasa tersebut dalam situasi nyata,” jelasnya.

Seminar berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang menunjukkan antusiasme peserta terhadap pengembangan bahan ajar bahasa Arab yang lebih inovatif dan responsif terhadap perubahan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAIN SAR Kepri berharap dapat memperluas wawasan akademik, memperkuat jejaring kolaborasi antarlembaga, serta mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Arab di era digital.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Prodi PBA STAIN SAR Kepri dalam menghadirkan pembelajaran bahasa Arab yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21. (LF/FTU)