السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya akademik yang kritis, reflektif, dan solutif melalui penyelenggaraan Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) tingkat antar program studi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Hukum Keluarga ini mengangkat tema strategis “Mewujudkan Kampus Aman dan Inklusif”, yang relevan dengan dinamika sosial dan tantangan kehidupan kampus kontemporer.
Lomba
KTI dilaksanakan melalui beberapa tahapan, dimulai dari pendaftaran dan
pengumpulan karya pada 18–26 April 2026, dilanjutkan dengan proses penilaian
oleh dewan juri pada 27 April 2026, hingga pengumuman pemenang pada 28 April
2026. Dalam kompetisi ini, peserta diberikan ruang eksplorasi gagasan melalui
berbagai subtema, seperti peran mahasiswa sebagai agen perubahan, relasi kuasa
dalam kasus pelecehan, cyber harassment, serta pendekatan keadilan
restoratif dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.
Antusiasme
peserta tercermin dari kualitas karya yang dihasilkan, yang tidak hanya
mengidentifikasi permasalahan, tetapi juga menawarkan solusi berbasis analisis
ilmiah yang komprehensif. Berdasarkan hasil penilaian, Program Studi Hukum
Ekonomi Syariah (HES) berhasil meraih Juara 1 melalui karya yang disusun oleh
Awalludin Rahmadi dan Putri Lestari. Posisi Juara 2 diraih oleh Program Studi
Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Bambang Supriyadi dan Anysha Mutiya Jenar,
sementara Juara 3 diraih oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
melalui Sari Intan dan Keynaya Meibira.
Ketua
Program Studi HES, Dr. Asrizal, M.H., mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi
atas capaian tersebut.
“Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta semangat intelektual mahasiswa dalam mengkaji isu-isu strategis secara kritis dan solutif. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan akademik maupun masyarakat,” ungkapnya Selasa, (28/4/2026).


Keberhasilan
ini tidak hanya menjadi capaian akademik semata, tetapi juga mencerminkan
tumbuhnya tradisi berpikir kritis dan produktif di kalangan mahasiswa. Kegiatan
ini sekaligus menjadi wahana strategis dalam menumbuhkan kesadaran terhadap
isu-isu sosial yang berkembang di lingkungan kampus.
Melalui
pendekatan ilmiah, mahasiswa didorong untuk berperan sebagai agen perubahan
yang mampu menghadirkan solusi inovatif dan konstruktif. Dengan demikian, Lomba
KTI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran yang
mendorong integrasi antara pengetahuan, kepekaan sosial, dan tanggung jawab
akademik.
Dengan
terselenggaranya kegiatan ini, STAIN SAR Kepri terus memperkuat perannya
sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang tidak hanya
berorientasi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga pada pembentukan karakter
intelektual yang responsif terhadap persoalan sosial. Semangat literasi ilmiah
yang tumbuh diharapkan mampu menjadi fondasi dalam mewujudkan kampus yang aman,
inklusif, dan berkeadilan. (LF/ASR)
Gak Cuma Seragam! Racana STAIN Kepri Asah Skill di Pelatihan Kepramukaan
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN