السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Budaya Akademik Kritis dan Solutif, Prodi HES STAIN SAR Kepri Raih Juara 1 Lomba KTI Bertema Kampus Aman dan Inklusif

  • 28 April 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 85
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya akademik yang kritis, reflektif, dan solutif melalui penyelenggaraan Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) tingkat antar program studi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Hukum Keluarga ini mengangkat tema strategis “Mewujudkan Kampus Aman dan Inklusif”, yang relevan dengan dinamika sosial dan tantangan kehidupan kampus kontemporer.

Lomba KTI dilaksanakan melalui beberapa tahapan, dimulai dari pendaftaran dan pengumpulan karya pada 18–26 April 2026, dilanjutkan dengan proses penilaian oleh dewan juri pada 27 April 2026, hingga pengumuman pemenang pada 28 April 2026. Dalam kompetisi ini, peserta diberikan ruang eksplorasi gagasan melalui berbagai subtema, seperti peran mahasiswa sebagai agen perubahan, relasi kuasa dalam kasus pelecehan, cyber harassment, serta pendekatan keadilan restoratif dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.

Antusiasme peserta tercermin dari kualitas karya yang dihasilkan, yang tidak hanya mengidentifikasi permasalahan, tetapi juga menawarkan solusi berbasis analisis ilmiah yang komprehensif. Berdasarkan hasil penilaian, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) berhasil meraih Juara 1 melalui karya yang disusun oleh Awalludin Rahmadi dan Putri Lestari. Posisi Juara 2 diraih oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Bambang Supriyadi dan Anysha Mutiya Jenar, sementara Juara 3 diraih oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) melalui Sari Intan dan Keynaya Meibira.

Ketua Program Studi HES, Dr. Asrizal, M.H., mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi atas capaian tersebut.

“Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta semangat intelektual mahasiswa dalam mengkaji isu-isu strategis secara kritis dan solutif. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan akademik maupun masyarakat,” ungkapnya Selasa, (28/4/2026).


Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian akademik semata, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya tradisi berpikir kritis dan produktif di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi wahana strategis dalam menumbuhkan kesadaran terhadap isu-isu sosial yang berkembang di lingkungan kampus.

Melalui pendekatan ilmiah, mahasiswa didorong untuk berperan sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi inovatif dan konstruktif. Dengan demikian, Lomba KTI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran yang mendorong integrasi antara pengetahuan, kepekaan sosial, dan tanggung jawab akademik.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, STAIN SAR Kepri terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga pada pembentukan karakter intelektual yang responsif terhadap persoalan sosial. Semangat literasi ilmiah yang tumbuh diharapkan mampu menjadi fondasi dalam mewujudkan kampus yang aman, inklusif, dan berkeadilan. (LF/ASR)