السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Haul Sultan Abdurrahman Muazzamsyah II, Ikhtiar Merawat Spiritualitas dan Warisan Peradaban Melayu-Islam

  • 26 Januari 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 118
Berita Utama

Pulau Penyengat, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Masjid Raya Pulau Penyengat menjadi pusat pelaksanaan Haul Mubarak Sultan Abdurrahman Muazzamsyah II Ibnu Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi, Sultan Riau Lingga yang memerintah pada periode 1885–1911. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan doa atas jasa serta keteladanan Sultan dalam membangun peradaban Melayu-Islam yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan adat istiadat.

Haul tersebut dihadiri oleh para tokoh adat, alim ulama, unsur pemerintah daerah, serta zuriat Sultan Abdurrahman Muazzamsyah II yang datang dari berbagai wilayah, di antaranya Singapura, Johor, Terengganu, dan Pahang. Hadir pula unsur pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau sebagai bagian dari masyarakat akademik yang memiliki keterikatan historis dan kultural dengan sosok Sultan Riau Lingga tersebut.

Rangkaian kegiatan haul diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rizki Apriandi, mahasiswa STAIN SAR Kepri, dilanjutkan dengan pembacaan Syair Teraju oleh Aditya yang merefleksikan kekayaan tradisi sastra Melayu sebagai bagian dari warisan intelektual Kesultanan Riau Lingga. Suasana khidmat semakin terasa saat para hadirin mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.


Dalam sambutannya, Ketua Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga, YM Tengku Armizan, menegaskan bahwa haul merupakan momentum penting untuk mengenang kepemimpinan Sultan Abdurrahman Muazzamsyah II yang dikenal adil, beradab, serta menjunjung tinggi nilai agama dan kemaslahatan rakyat.

“Haul ini tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai sarana memperkuat silaturahmi, meneguhkan identitas Melayu-Islam, serta meluruskan pemahaman terhadap keteladanan Sultan yang kerap disalahpahami dalam narasi kolonial,” ujarnya.

Sambutan Gubernur Kepulauan Riau yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, Heri Andrianto, S.E., M.M., menegaskan bahwa tradisi haul memiliki nilai strategis dalam menjaga kesinambungan sejarah dan budaya Melayu. Menurutnya, peringatan haul merupakan media edukasi kultural yang efektif untuk menanamkan nilai keteladanan para pemimpin masa lalu kepada generasi muda.


Rangkaian haul kemudian dilanjutkan dengan mauizatul hasanah yang disampaikan oleh Teuku Armen Salabi, serta ditutup dengan pembacaan tahlil dan doa oleh Imam Masjid Raya Pulau Penyengat, Ustadz Mokhtar Mahmud, sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada Sultan Abdurrahman Muazzamsyah II serta para tokoh Kesultanan Riau Lingga.

Perwakilan zuriat Sultan Abdurrahman Muazzamsyah II menyampaikan apresiasi atas konsistensi seluruh pihak dalam menjaga dan melestarikan tradisi haul sebagai bagian dari warisan spiritual dan budaya masyarakat Melayu. Mereka berharap kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang refleksi sejarah dan media edukasi lintas generasi.

Melalui pelaksanaan haul ini, nilai-nilai kepemimpinan, spiritualitas, dan keilmuan yang diwariskan Sultan Abdurrahman Muazzamsyah II terus dihidupkan dan diwariskan kepada generasi masa kini sebagai bagian dari identitas dan peradaban Melayu-Islam. (LF/Gby)