السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepri menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Bintan terkait pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025. Audiensi ini berlangsung dalam rangka koordinasi dan pemaparan konsep serta persiapan program KKN yang akan segera dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bintan.
dr. Gama AF Isnaeni, Sp.A, M.Sc selaku Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Bintan, mengapresiasi inisiatif STAIN SAR Kepri dalam menjalin sinergi dengan pemerintah daerah. Dalam paparannya, ia menyoroti beberapa isu penting yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Bintan.
“Wilayah pesisir di Bintan memang masih kurang tersentuh dari segi pembinaan spiritual dan keagamaan. Ini bisa menjadi ruang kontribusi KKN tahun ini,” ungkap Dr. Gama. Ia juga menyarankan agar tim STAIN SAR Kepri mulai menjalin koordinasi langsung dengan pihak kecamatan dan desa untuk mendukung kelancaran program.

Sementara itu, Khairul, S.Sos selaku Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik turut menyoroti kondisi sosial dan spiritual di beberapa wilayah, khususnya di daerah Batu Licin, Wacopek. “Mayoritas masyarakat di sana adalah nelayan. Kesibukan di laut membuat perhatian terhadap pembinaan spiritual dan sosial menjadi minim. Kita butuh inovasi untuk membangun kembali kesadaran kolektif, terutama gotong royong dan nilai-nilai keagamaan,” jelasnya.
Khairul juga menyarankan agar KKN tahun ini fokus membina satu desa sebagai pilot project. “Bila satu desa bisa dikembangkan secara mandiri, misalnya desa wisata, maka ini akan memberi dampak positif sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan program,” tambahnya.
.jpeg)
Masukan lain datang dari Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Bintan, Pilihan, SH. Ia berharap program KKN bisa membantu mensosialisasikan program unggulan pemerintah yaitu pembentukan “Koperasi Merah Putih”. Program ini sedang digalakkan di seluruh desa di Indonesia untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. “Edukasi terkait koperasi masih sangat minim. Program KKN bisa masuk di sini, dengan memberikan pemahaman tentang pengelolaan koperasi dan pengembangan produk usaha masyarakat,” ujarnya.



Ketua P3M STAIN SAR Kepri, Abd. Rahman, M.Sos, menyampaikan bahwa audiensi ini penting untuk memastikan lokasi KKN yang sesuai serta menyelaraskan program kampus dengan prioritas pembangunan daerah. “Tahun ini kami juga mendesiminasikan hasil KKN tahun lalu dalam bentuk buku. Kami berharap adanya sinergi yang kuat antara kampus dan pemerintah daerah agar pelaksanaan KKN di Bintan memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Abd. Rahman juga menambahkan bahwa pelaksanaan KKN 2025 akan difokuskan pada wilayah Teluk Sebong dan Teluk Bintan, dengan pertimbangan data dan potensi program yang sedang dirumuskan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Audiensi ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, guna bersama-sama mendorong pembangunan masyarakat yang lebih berdaya dan mandiri.(Gby/LF)
Gak Cuma Seragam! Racana STAIN Kepri Asah Skill di Pelatihan Kepramukaan
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN