السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Pusat Penjaminan Mutu STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar kegiatan Review Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Hotel Pelangi, Bintan, pada Rabu 2 Oktober 2024 yang dihadiri oleh 13 peserta yang terdiri dari Institut Agama Islam Miftahul ‘Ulum dan dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.
Dalam sambutan Kepala Pusat Penjaminan Mutu Dr. M. Taufiq, M.S.I menjelaskan mengenai empat kebijakan standar mutu yaitu kebijakan hukum, standar mutu, manual mutu, dan formulir mutu. Keempat kebijakan ini dirancang untuk menghasilkan produk akhir yang akan diuji publik kepada pimpinan dan rekan-rekan di program studi guna mendapatkan masukan terkait standar yang telah disusun.
Taufiq menekankan dengan terlaksana uji pubik diharapkan dapat bersama untuk membuat pedoman akademik, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mutu di lingkungan kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.
"Saat ini, SPMI masih dianggap sebagai pajangan akibat alih status dari swasta ke negeri pada tahun 2019 lalu. Harapan kami, dengan terlaksananya kegiatan ini, kita semua peserta yang hadir dan unsur pimpinan dapat memberikan arahan dan bimbingan untuk Bersama-sama mengembangkan mutu STAIN SAR agar seluruh pihak baik tenaga kependidikan dan dosen semakin sadar akan pentingnya mutu," ungkap Taufiq.

Ketua STAIN Sultan Abdurrahman, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag, juga menekankan pentingnya SPMI dalam pengembangan kampus. Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan standar yang diinginkan dan mendorong peserta untuk mengikuti bimbingan dari Prof. Dr. H. Fajri Ismail, M.Pd.I.
"dari kegiatan ini harapan saya, ilmu yang didapat diharapkan dapat bermanfaat menjadi lebih baik, dan kemajuan serta pengembangan mutu pendidikan di STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau," tambah Faisal.(Gby)
Dibuka Menag Nasaruddin Umar, KKN Nusantara 2026 Diikuti 240 Mahasiswa dari 42 PTK Se-Indonesia
Kunjungi STAIN SAR Kepri, Dubes Palestina Ajak Mahasiswa Menjadi Duta Perdamaian Berbasis Pendidikan