Kampus Bersendikan Wahyu, Berteraskan Ilmu - Pandemiviruscorona2019(Covid-19) telah membawa perubahan besar dalam perilaku politik, sosial ekonomi, pendidikan, dan berbagai aspek lain dalam kehidupan “normal” kita sehari-hari. Disektor pendidikan, pola pembelajaran dengan tatap muka langsung dikelas, banyak yang terhenti karena adanya anjuran physicaldistancing sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19. Demikian juga dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata), yang semestinya memberikan ruang yang cukup bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dan belajar bersama dengan masyarakat, mengalami kendala terkait pelaksanaannya. KKN merupakan bagian dari perkuliahan yang memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan ranah pengabdian dengan pendidikan dan penelitian sehingga kepedulian dan kepekaan sosial (civicresponsibility) mahasiswa tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, diperlukan alternatif-alternatif model pelaksanaan KKN selama masa pandemi Covid-19 untuk mendorong lahirnya generasi yang bertanggung jawab dan tanggap terhadap kondisi kekinian masyarakat

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masayrakat (P3M) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau memiliki program rutin setiap tahunnya, program tersebut adalah pengabdian masyarakat yang berbentuk KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini biasanya dilaksanakan disetiap tahun, namun tahun ini bersamaan dengan adanya pandemi Covid 19 yang mengakibatkan seluruh elemen masyarakat harus berdiam diri di rumah untuk mengurangi korban akibat pandemi tersebut. Kendati demikian adanya pandemi ini  KKN harus tetap terlaksana, P3M STAIN SAR KEPRI membuat KKN kali ini menajdi KKN DR (Dari Rumah)

adapun tema KKN kali ini yaitu: “Upaya Penguatan Pember-dayaan Ekonomi Masyarakat, Pencegahan Penularan Covid-19 dan Penguatan Kapasitas Masyarakat Dalam Menanggulangi Dampak Covid-19”.

Pesan yang disampaikan oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag menyampaikan bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN DR harus tetap semangat dan memiliki jiwa sosial dalam pengabdian masyarakat walaupun hanya dari rumah. Menjaga nama baik STAIN SAR KEPRI selama KKN sangat diperlukan karena itu adalah jati diri mahasiswa dan harus memberikan contoh yang baik bagi masyarakat tempat KKN DR.

“Melalui KKN DR ini diharapkan mahasiswa dapat memberikan pengertian dan berbagai solusi dari masalah karna adanya Covid-19 kepada masyarakat luas sesuai dengan bidangnya masing-masing. hal lain yang diharapkan adalah masyarakat terbantu dengan adanya KKN DR mahasiswa STAIN SAR KEPRI ini. Ungkap Ketua STAIN

Kepala P3M. Doni Septian, M.IP mengatakan KKN DR atau Kuliah kerja Nyata yang tahun ini dilaksanakan di wilayah tempat tinggal dengan menggunakan 2 pendekatan metode yang bisa dipilih mahasiswa menyesuaikan kondisi dilapangan, adapun metode tersebut yakni;
- Metode Participatory Action Research (PAR), adalah metode riset yang dilaksanakan secara partisipatif di antara warga masyarakat dalam suatu komunitas aras bawah yang semangatnya untuk mendorong terjadinya aksi-aksi transformatif melakukan pem-bebasan masyarakat dari belenggu ideologi dan relasi kekuasan (perubahan kondisi hidup yang lebih baik). Di dalam kegiatan PAR, peserta PAR tidak memisahkan diri dari situasi masyarakat yang diteliti, melainkan melebur ke dalamnya dan bekerja bersama warga dalam melakukan PAR.

- Metode ABCD merupakan Pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat difokuskan pada pengembangan aset yang dimiliki masyarakat sebagai basis utamapengembanganmasyarakat, metode ini lebih cenderung kepada pemetaan aset yang berada di wilayah KKN DR tersebut.

Dari 2 metode tersebut peserta KKN DR bisa melakukan berbagai hal, seperti membuat konten video tatacara memandikan jenazah dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda yang ada diwilayah masing-masing.

KKN DR kali ini Mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis online/FULL DURING di  wilayah tempat tinggal masing-masing secara mandiri  dengan membuat konten-konten edukasi yang kreatif dan inovatif sesuai dengan tema yang ada dengan memanfaatkan platform media sosial seperti WA Grup, Youtube, Instagram, Twitter dan lainya.  Selanjutnya peserta membuat laporan kegiatan,  untuk KKN DR seperti (log book, jurnal ilmiah, dummy, dan  Link kegiatan  yang diunduh di akun media sosial masing-masing. Tuturnya

selanjutnya beliau menambahkan, Sesuai  dengan tema tahun ini, Maka target capaian yang diharapkan tahun ini adalah bagimana mahasiswa/peserta KKN mampu memberikan ide-ide/gagasan yang kreatif dan inovatif yang tentunya bermanfaat kepada seluruh lapisan masyarakat wabilkhusus  kepada masyarakat yang tedampak langsung oleh wabah pandemi Covid-19  ini.  Selanjutnya mahasiswa/peserta KKN mampu membangun kerja sama yang baik antar lembaga sosial kemasyarakatan dan stakeholder yang terkati seperti (camat, lurah, kades, dan atau gugus tugas resmi penanggulangan covid-19 ini (KKN  KS). Dengan catatan, peserta wajib patuh pada protokol kesehatan dan mengantongi surat izin (serendah-rendahnya dari RT setempat) jika mengharuskan untuk turun kelapangan, selain itu para peserta KKN diwajibkan membuat luaran/output berupa buku maupun jurnal ilmiah. Tambah Doni Septian

Romi Aqmal, M.Si selaku ketua pelaksana KKN DR juga menyampaikan teknis, jumlah dan lokasi KKN DR melalui zoom meeting. Romi menyampaikan total mahasiswa yang mengikuti KKN DR berjumlah 95 orang.

- Program Studi Manajemen Pendidikan Islam : 57 orang

- Program Studi Hukum Ekonomi Syari'ah : 22 orang

- Program Studi Hukum Keluarga Islam : 9 orang

- Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir : 7 orang

Lokasi KKN DR dilaksanakan di 3 lokasi yakni; Kota Batam, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. KKN Daring ini akan berlangsung selama 45 hari, dari tanggal 14 September 2020 sampai tanggal 31 Oktober 2020. (ex)

Berikut video Daring Pelepasan Mahasiswa KKN DR https://www.youtube.com/watch?v=s80RpfEbM14

    LINK LAYANAN