Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua STAIN SAR Kepri Dr. Muhammad Faisal, M.Ag dan dihadiri oleh segenap Civitas Akademika STAIN SAR Kepri yang memenuhi Auditorium Razali Jaya. Peringatan 1 Muharram 1441 H ini dimulai dengan pemutaran Video pendek sejarah Sultan Abdurrahman Mu’azzam Syah II dan awal mula berdirinya Kampus STAIN SAR Kepri. Puncak peringatan ini di isi langsung dengan ceramah Ketua STAIN SAR Kepri, Dalam ceramahnya Ketua STAIN SAR Menceritakan awal mula berdirinya STAIN dan tentang Transformasi STAIN saat ini, berdasarkan pertimbangan para tetua kita dan Lembaga adat melayu akhirnya nama kampus kita adalah STAIN SULTAN ABDURRAHMAN.

Ketua STAIN SAR menambahkan bahwa transformasi tidak akan pernah bisa jika kita tidak berlandaskan konsep keilmuan, “dengan keilmuan kita bisa mempelajari secara simultan apa yang didapat dikampus tercinta ini”, terangnya.

Lebih lanjut Ketua STAIN SAR menuturkan, tugas dosen itu tidak hanya mengajar dikampus saja, tugas dosen itu ada empat, pertama Pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan ada penunjang lainnya. “kondisi ini harap dipahami mahasiswa, kalau dosen tidak hadir dalam proses perkuliahan berarti mereka ada tugas lain dan dosen harus memberi informasi kepada Ketua Jurusan dan ketua Prodi tentang ketidakhadiran mereka”, pungkasnya. Dalam kesempatan ini juga, Ketua STAIN SAR menerangkan tentang icon kampus yang dipakai yakni lebah.

Lebah banyak mengajarkan kita tentang pengalaman hidup, Lebah memiliki lingkungan sosial yang terstruktur. Masing-masing lebah memiliki peran dan job desk masing-masing, serta menguasai perannya dengan baik. Secara genetik mereka diprogram untuk tidak menyalahi wilayah yang bukan merupakan wewenangnya. Jika ini di ibaratkan ke seorang pegawai dia mampu mengetahui perannya ditempat dimana dia bekerja dengan baik dan menguasai peran tersebut, maka kinerjanya akan meningkat dan perlahan mengantarkannya pada kesuksesan. “Begitu juga jika kampus mampu menerapkan hal ini, maka tak akan ada konflik peran. Meski memiliki peran berbeda-beda, kawanan lebah hanya memiliki satu tujuan yang sama. Begitu juga dengan kampus. Pemimpin harus mampu menjabarkan tujuan profesional secara jelas, sehingga para dosen dan pegawai dengan berbagai macam peran bersama-sama melangkah untuk satu tujuan pasti di masa depan”, imbuhnya.

Ditambahkan Ketua, Ketepatan waktu adalah etika profesional umum yang tak jarang dilanggar oleh semua orang. Bagi lebah, tak boleh ada kata terlambat. Mereka bergantung pada matahari saat mencari makan, sehingga lebah akan berangkat ketika matahari terbit dan pulang saat matahari terbenam. tepat waktu adalah cara lebah untuk mendapatkan hasil optimal. Begitu juga bagi dosen pegawai, “tepat waktu juga akan memberikan hasil optimal karena civitas akademika menggunakan waktunya dengan efektif. Selain itu dengan tepat waktu, Anda tak akan mengalami stres karena terlambat”, tutupnya. (nDr)

    LINK LAYANAN