السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Perluas Jejaring Internasional, Prodi HES STAIN SAR Kepri Ambil Bagian dalam ICOSHEL 2nd Bahas Ekonomi Halal Berkelanjutan

  • 09 September 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 166
Berita Utama

Semarang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Perkembangan industri halal global tidak hanya menuntut kepatuhan terhadap prinsip syariah, tetapi juga mendorong lahirnya tata kelola ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Perspektif tersebut menjadi salah satu fokus dalam International Conference on Sharia Economic Law (ICOSHEL) 2nd yang diikuti Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau di Hotel Pandanaran Semarang, Rabu (9/9/2026).

Konferensi internasional tersebut mengusung tema “Sharia Economic Law, Global Halal Industry, and Environmental Sustainability: Toward Substantive Halal Compliance for a Green Economy”. Kegiatan mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta anggota Perkumpulan Program Studi dan Dosen Hukum Ekonomi Syariah Indonesia (POSDHESI) dari berbagai perguruan tinggi untuk membahas perkembangan hukum ekonomi syariah dan industri halal dalam menghadapi tantangan global.

STAIN SAR Kepri dalam forum tersebut diwakili oleh Muhammad Arif Hudaya, Lc., M.E., selaku Ketua Program Studi HES, dan Ima Ridhoatu Shofa, M.H., selaku Sekretaris Program Studi HES.

ICOSHEL 2nd menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri dengan kepakaran di bidang hukum ekonomi syariah, industri halal, serta keberlanjutan lingkungan. Narasumber yang hadir meliputi Khalid Dadda dari Maroko; Dr. Drh. I Ketut Wirata, M.Si., Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan; serta Assoc. Prof. Dr. Hj. Betania Kartika Muflih, BA., MA. Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Dr. Firqah Annajiyah Mansyuroh, M.H.

Dalam forum tersebut, pembahasan diarahkan pada hubungan antara hukum ekonomi syariah, perkembangan industri halal global, dan agenda keberlanjutan lingkungan. Salah satu gagasan utama yang mengemuka ialah pentingnya memaknai halal compliance secara substantif, tidak berhenti pada pemenuhan administratif dan sertifikasi, tetapi juga mencerminkan nilai etika, keadilan, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Pembahasan pertama menyoroti penguatan hukum ekonomi syariah dalam industri halal global. Perkembangan industri halal membutuhkan regulasi dan tata kelola yang mampu memberikan kepastian hukum sekaligus beradaptasi dengan dinamika industri modern. Dalam konteks tersebut, hukum ekonomi syariah memiliki posisi strategis untuk memastikan aktivitas ekonomi tetap berlandaskan prinsip syariah sekaligus relevan dengan perkembangan global.


Pembahasan berikutnya berkaitan dengan substantive halal compliance dalam mendukung green economy. Konsep halal dipandang tidak hanya berkaitan dengan status kehalalan suatu produk, tetapi juga perlu memperhatikan proses produksi yang etis, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberlanjutan. Integrasi prinsip halal dengan ekonomi hijau menjadi salah satu pendekatan dalam membangun ekosistem ekonomi yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Selain itu, konferensi menekankan pentingnya sinergi akademisi, pemerintah, dan industri dalam membangun ekosistem halal yang kuat. Perguruan tinggi memiliki peran dalam menghasilkan riset dan inovasi, pemerintah melalui regulasi dan kebijakan, sementara pelaku industri berperan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam praktik ekonomi. Kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing industri halal Indonesia di tingkat global.

Bagi Prodi HES STAIN SAR Kepri, keterlibatan dalam ICOSHEL 2nd menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan akademik sekaligus membangun jejaring dengan akademisi dan praktisi dari berbagai institusi. Forum internasional tersebut juga memberikan kesempatan untuk mengikuti perkembangan pemikiran dan praktik terbaru dalam bidang hukum ekonomi syariah, industri halal, dan ekonomi berkelanjutan.

Ketua Prodi HES STAIN SAR Kepri, Muhammad Arif Hudaya, Lc., M.E., menilai keikutsertaan dalam ICOSHEL 2nd menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas akademik sekaligus memperluas jejaring Program Studi HES dalam merespons perkembangan isu-isu global.

“Keikutsertaan dalam forum internasional seperti ICOSHEL menjadi kesempatan bagi Prodi HES untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring akademik, serta membuka peluang kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan keilmuan Hukum Ekonomi Syariah. Kami berharap keterlibatan ini dapat memberikan kontribusi bagi penguatan akademik dan pengembangan program studi ke depan,” jelas Arif.

Sementara itu, Sekretaris Prodi HES STAIN SAR Kepri, Ima Ridhoatu Shofa, M.H., memandang forum tersebut sebagai ruang strategis untuk memperkaya perspektif akademik sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan hukum ekonomi syariah dan industri halal.


“Forum ini memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan hukum ekonomi syariah dan industri halal dalam konteks global. Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini juga membuka ruang untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, akademisi, dan praktisi,” tegas Ima.

Keikutsertaan Prodi HES STAIN SAR Kepri dalam ICOSHEL 2nd diharapkan tidak berhenti pada partisipasi dalam forum ilmiah, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penguatan penelitian, kolaborasi akademik, serta pengembangan kajian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri halal.

Ke depan, pengalaman dan jejaring yang diperoleh melalui forum internasional tersebut diharapkan mampu mendorong Prodi HES STAIN SAR Kepri semakin aktif menghasilkan kajian dan inovasi di bidang hukum ekonomi syariah. Dengan demikian, kontribusi akademik program studi dapat terus berkembang, tidak hanya dalam menjawab kebutuhan nasional, tetapi juga dalam memperkuat posisi keilmuan Hukum Ekonomi Syariah Indonesia di tengah dinamika ekonomi halal global dan pembangunan berkelanjutan. (LF/Ima)