السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tampil di Panggung Internasional, Dosen KPI STAIN SAR Kepri Angkat Strategi Penguatan Literasi Dakwah Digital

  • 13 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 181
Berita Utama

Jakarta, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan dakwah di era digital diwujudkan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui partisipasi dalam Annual International Conference on Islam, Media and Digital Society (AICIMIDS), di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Dalam konferensi internasional tersebut, Plt. Ketua Program Studi KPI STAIN SAR Kepri, Ahmad Hamdan, M.Sos., hadir sebagai presenter dengan memaparkan hasil penelitian mengenai “Urgensi Literasi Dakwah Digital dalam Penyebaran Konten Keagamaan di Media Sosial.”

Penelitian tersebut mengangkat pentingnya kemampuan literasi digital dalam aktivitas dakwah, khususnya di tengah semakin masifnya penggunaan media sosial sebagai ruang penyebaran informasi dan konten keagamaan. Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang besar bagi dakwah untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, sekaligus menuntut kecakapan dalam memastikan konten yang disampaikan tetap edukatif, kredibel, dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Ahmad Hamdan menjelaskan bahwa literasi dakwah digital menjadi aspek penting yang perlu diperkuat seiring dengan perubahan pola komunikasi masyarakat. Menurutnya, kemampuan memahami karakter media digital, memilih informasi yang kredibel, serta menyampaikan pesan keagamaan secara tepat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan dakwah kontemporer.

“Literasi dakwah digital menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi perkembangan media sosial. Dai maupun masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami, menyaring, dan menyampaikan konten keagamaan secara bijak agar dakwah dapat memberikan manfaat sekaligus terhindar dari penyebaran informasi yang tidak kredibel,” jelas Hamdan.


Paparan tersebut mendapat respons positif dari reviewer, Dr. Bintan Humeira, M.Si. Ia menilai penelitian yang dipresentasikan memiliki relevansi dengan perkembangan dakwah di tengah transformasi komunikasi digital.

“Penelitian ini cocok dijadikan sebagai referensi untuk pengembangan dakwah digital,” ujarnya.

Menurutnya, kajian mengenai literasi dakwah digital memiliki ruang pengembangan yang luas, terutama karena media sosial telah menjadi salah satu ruang utama masyarakat dalam memperoleh dan berinteraksi dengan informasi keagamaan.

Keikutsertaan dosen Prodi KPI STAIN SAR Kepri dalam forum internasional tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperluas jejaring akademik, bertukar gagasan dengan para akademisi, serta memperoleh perspektif baru mengenai perkembangan Islam, media, dan masyarakat digital.

Bagi Prodi KPI STAIN SAR Kepri, forum ilmiah internasional seperti AICIMIDS menjadi bagian dari upaya mendorong dosen untuk terus menghasilkan dan mendiseminasikan kajian yang relevan dengan dinamika komunikasi dan penyiaran Islam. Hasil penelitian yang dipresentasikan diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.


Ahmad Hamdan berharap penelitian mengenai literasi dakwah digital tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut dengan cakupan segmentasi usia dan bidang keilmuan yang lebih beragam. Pengembangan kajian tersebut dinilai penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan literasi digital masyarakat dalam menerima maupun memproduksi konten keagamaan.

“Ke depan, penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan pada berbagai segmentasi usia dan bidang keilmuan lainnya sehingga kajian mengenai literasi dakwah digital dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” harapnya.

Partisipasi tersebut menegaskan bahwa penguatan dakwah di era digital membutuhkan sinergi antara penguasaan keilmuan keislaman, kemampuan komunikasi, dan kecakapan literasi digital. Melalui riset dan forum akademik internasional, Prodi KPI STAIN SAR Kepri terus mendorong hadirnya gagasan-gagasan inovatif yang mampu menjawab tantangan dakwah di tengah perubahan lanskap media dan masyarakat. (LF/AH)