السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Lingga, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia sekolah membutuhkan pembiasaan yang konsisten dan pendekatan yang menyenangkan. Semangat tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau Tahun 2026 di Desa Sedamai melalui program SABUN SARAH (Satu Bulan Satu Surah) di SDN 005 Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga.
Program
yang bergerak pada bidang pendidikan dan keagamaan ini dirancang sebagai upaya
membangun kebiasaan peserta didik untuk membaca, menghafal, mengulang, serta
menjaga hafalan Al-Qur’an secara bertahap. Konsep satu bulan satu surah
dihadirkan agar proses menghafal tidak terasa sebagai beban, melainkan menjadi
kebiasaan yang dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.
Dalam
pelaksanaannya, mahasiswa KKN mendampingi 43 siswa kelas IV, V, dan VI melalui
kegiatan Pagi Mengaji yang dilaksanakan secara rutin setiap Senin, Selasa, dan
Jumat. Para siswa mengikuti proses pembelajaran dengan membaca dan mengulang
ayat secara bersama-sama sebelum menyetorkan hafalan kepada mahasiswa
pendamping.
Pendampingan
dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing siswa.
Metode pengulangan menjadi bagian penting dalam proses tersebut agar peserta
didik semakin familiar dengan bacaan dan mampu menjaga hafalan yang telah
diperoleh.
Saat
ini, materi hafalan yang dibimbing mencakup Surah Ad-Duha hingga An-Nas.
Antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka mengikuti sesi hafalan dan
melakukan setoran secara bertahap. Sejumlah siswa bahkan telah berhasil
menuntaskan setoran hafalan dari Surah Ad-Duha hingga An-Nas.
Mahasiswa
KKN tidak hanya berperan sebagai pendamping hafalan, tetapi juga berupaya
menciptakan suasana belajar yang komunikatif sehingga siswa memiliki motivasi
untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an. Pendekatan tersebut dilakukan dengan
memberikan pendampingan sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan masing-masing
peserta didik.
“Melalui
SABUN SARAH, kami tidak hanya menargetkan bertambahnya hafalan siswa, tetapi
juga ingin membangun kebiasaan Qur’ani yang konsisten. Konsep satu bulan satu
surah diharapkan membuat proses menghafal lebih terarah, ringan, dan dapat
dilakukan secara berkelanjutan,” jelas mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri, Kamis
(20/8/2026).
Program
tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan
kompetensi pendidikan dan keagamaan yang diperoleh selama menempuh pendidikan
di perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah diharapkan dapat
memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pembelajaran Al-Qur’an sekaligus
mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Lebih
dari sekadar menambah jumlah hafalan, SABUN SARAH diarahkan untuk membangun
budaya Qur’ani melalui pembiasaan. Membaca, mengulang, menghafal, dan menjaga
hafalan menjadi rangkaian aktivitas yang diharapkan dapat melekat dalam
keseharian siswa.
Program ini diharapkan tetap memberikan manfaat meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir. Dengan membangun kedekatan anak-anak dengan Al-Qur’an sejak usia sekolah, mahasiswa KKN Desa Sedamai berharap SABUN SARAH dapat menjadi langkah sederhana dalam menumbuhkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, bersemangat belajar, serta memiliki kesadaran untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. (LF/KKN Sedamai)