السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kerja sama perguruan tinggi tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi perlu diwujudkan melalui karya dan pengalaman pembelajaran yang memberikan dampak nyata. Semangat tersebut diwujudkan Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim (KUIJSI) Malaysia bersama Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui implementasi Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan penguatan pembelajaran di Laboratorium PAUD, Kamis (13/8/2026).
Kolaborasi
tersebut merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) tentang
Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dibangun antara KUIJSI Malaysia
dan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Kerja sama ini sekaligus membuka
ruang interaksi akademik dan pertukaran pengalaman antara civitas academica
kedua institusi, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam anak usia dini.
Kegiatan
yang berlangsung di Laboratorium PAUD Prodi PIAUD STAIN SAR Kepri tersebut
diikuti mahasiswa PIAUD STAIN SAR Kepri dan mahasiswa KUIJSI Malaysia.
Pertemuan lintas negara ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi
mahasiswa untuk mengenal lingkungan laboratorium, media pembelajaran anak usia
dini, serta praktik pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE).
Laboratorium PAUD tidak hanya berfungsi sebagai ruang praktik perkuliahan, tetapi juga menjadi wadah mahasiswa mengembangkan kreativitas, inovasi, dan keterampilan pedagogis melalui penciptaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini.


Busy
Book, Karya Mahasiswa yang Menembus Ruang Kolaborasi Internasional
Salah
satu momen penting dalam kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan Alat
Permainan Edukatif (APE) Busy Book karya mahasiswa PIAUD kepada Puan Nur
Hafizah Binti Jamaluddin, Dekan Sekolah Muamalat dan Pengurusan KUIJSI
Malaysia.
Karya
tersebut menjadi representasi pembelajaran berbasis praktik yang dikembangkan
mahasiswa PIAUD. Busy Book dirancang sebagai media pembelajaran interaktif yang
mengintegrasikan aktivitas bermain dengan stimulasi berbagai aspek perkembangan
anak.
Kepala
Laboratorium PAUD, Lina Eka Retnaningsih, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut
memberikan pengalaman akademik yang bermakna bagi mahasiswa karena mereka
memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya sekaligus membangun
komunikasi dengan mahasiswa dari institusi pendidikan tinggi luar negeri.
“Kami
berharap kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan
kreativitas dan kepercayaan diri dalam menghasilkan APE yang edukatif, kreatif,
dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Kehadiran mahasiswa KUIJSI juga
memberikan pengalaman berharga dalam membangun komunikasi dan pertukaran
wawasan antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia,” ujar Lina.
Menurutnya,
Busy Book merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis
praktik di Laboratorium PAUD. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menghasilkan
media yang menarik secara visual, tetapi juga dituntut mempertimbangkan aspek
edukatif dan relevansinya dengan tahap perkembangan anak.
“Media
pembelajaran yang baik bukan hanya menarik untuk dimainkan, tetapi juga harus
mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak,” tambahnya.
Penyerahan Busy Book tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa karya mahasiswa dapat menjadi medium diplomasi akademik. Melalui karya sederhana yang lahir dari proses pembelajaran di laboratorium, mahasiswa memiliki kesempatan memperkenalkan kreativitas dan kompetensi akademiknya dalam ruang kolaborasi internasional.
.jpeg)
.jpeg)
Mempertemukan
Perspektif Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia–Malaysia
Selain
penyerahan APE, kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi antara mahasiswa
PIAUD STAIN SAR Kepri dan mahasiswa KUIJSI Malaysia. Para mahasiswa berbagi
pengalaman mengenai pembelajaran, pendidikan anak usia dini, pengembangan
kreativitas, serta pemanfaatan media pembelajaran dalam proses pendidikan.
Puan
Nur Hafizah Binti Jamaluddin menyampaikan apresiasi terhadap karya mahasiswa
PIAUD sekaligus pelaksanaan kegiatan kolaboratif yang mempertemukan pengalaman
akademik dan praktik pendidikan anak usia dini dari kedua institusi.
Kegiatan
tersebut turut disaksikan sejumlah delegasi KUIJSI Malaysia, yakni Puan
Norhayati Binti Mohd Noor, Pegawai Hal Ehwal Pelajar dan Alumni; Zaim Addli Bin
Meskam, Kaunselor; serta Tuan Haji Mohamad Naim Bin Abd Ghani, Penolong Pegawai
Hal Ehwal Pelajar dan Alumni.
Dari
STAIN SAR Kepri, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan peran Prodi
PIAUD dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui
pembelajaran berbasis praktik, pengembangan karya mahasiswa, pengabdian kepada
masyarakat, serta perluasan jejaring internasional.
Kolaborasi
KUIJSI dan Prodi PIAUD STAIN SAR Kepri diharapkan tidak berhenti pada satu
kegiatan, tetapi berkembang melalui berbagai agenda bersama, mulai dari
pertukaran pengalaman akademik, pengembangan media pembelajaran, penelitian
kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan kompetensi
mahasiswa dan dosen.
Lebih
dari sekadar implementasi MoU, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa
internasionalisasi perguruan tinggi dapat dimulai dari ruang kelas,
laboratorium, dan karya mahasiswa. Dari Laboratorium PAUD, kreativitas
mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga
tumbuh menjadi jembatan yang mempertemukan gagasan pendidikan Islam anak usia
dini antara Indonesia dan Malaysia.
Melalui
sinergi tersebut, KUIJSI dan STAIN SAR Kepri meneguhkan komitmen untuk
menghadirkan pendidikan yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada
kebutuhan anak, sekaligus membangun ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa
untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, dan memberi dampak melampaui batas
negara. (LF/Abrillia)
DWP STAIN Kepri Dukung Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi Mahasiswa Baru pada Pra-PBAK 2026