السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari MoU ke Karya Nyata, PIAUD STAIN SAR Kepri–KUIJSI Malaysia Hadirkan Kolaborasi PKM Internasional di Laboratorium PAUD

  • 13 Agustus 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 159
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kerja sama perguruan tinggi tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi perlu diwujudkan melalui karya dan pengalaman pembelajaran yang memberikan dampak nyata. Semangat tersebut diwujudkan Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim (KUIJSI) Malaysia bersama Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui implementasi Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan penguatan pembelajaran di Laboratorium PAUD, Kamis (13/8/2026).

Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dibangun antara KUIJSI Malaysia dan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Kerja sama ini sekaligus membuka ruang interaksi akademik dan pertukaran pengalaman antara civitas academica kedua institusi, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam anak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium PAUD Prodi PIAUD STAIN SAR Kepri tersebut diikuti mahasiswa PIAUD STAIN SAR Kepri dan mahasiswa KUIJSI Malaysia. Pertemuan lintas negara ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan laboratorium, media pembelajaran anak usia dini, serta praktik pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE).

Laboratorium PAUD tidak hanya berfungsi sebagai ruang praktik perkuliahan, tetapi juga menjadi wadah mahasiswa mengembangkan kreativitas, inovasi, dan keterampilan pedagogis melalui penciptaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini.


Busy Book, Karya Mahasiswa yang Menembus Ruang Kolaborasi Internasional

Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan Alat Permainan Edukatif (APE) Busy Book karya mahasiswa PIAUD kepada Puan Nur Hafizah Binti Jamaluddin, Dekan Sekolah Muamalat dan Pengurusan KUIJSI Malaysia.

Karya tersebut menjadi representasi pembelajaran berbasis praktik yang dikembangkan mahasiswa PIAUD. Busy Book dirancang sebagai media pembelajaran interaktif yang mengintegrasikan aktivitas bermain dengan stimulasi berbagai aspek perkembangan anak.

Kepala Laboratorium PAUD, Lina Eka Retnaningsih, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman akademik yang bermakna bagi mahasiswa karena mereka memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya sekaligus membangun komunikasi dengan mahasiswa dari institusi pendidikan tinggi luar negeri.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri dalam menghasilkan APE yang edukatif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Kehadiran mahasiswa KUIJSI juga memberikan pengalaman berharga dalam membangun komunikasi dan pertukaran wawasan antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia,” ujar Lina.

Menurutnya, Busy Book merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik di Laboratorium PAUD. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menghasilkan media yang menarik secara visual, tetapi juga dituntut mempertimbangkan aspek edukatif dan relevansinya dengan tahap perkembangan anak.

“Media pembelajaran yang baik bukan hanya menarik untuk dimainkan, tetapi juga harus mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak,” tambahnya.

Penyerahan Busy Book tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa karya mahasiswa dapat menjadi medium diplomasi akademik. Melalui karya sederhana yang lahir dari proses pembelajaran di laboratorium, mahasiswa memiliki kesempatan memperkenalkan kreativitas dan kompetensi akademiknya dalam ruang kolaborasi internasional.


Mempertemukan Perspektif Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia–Malaysia

Selain penyerahan APE, kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi antara mahasiswa PIAUD STAIN SAR Kepri dan mahasiswa KUIJSI Malaysia. Para mahasiswa berbagi pengalaman mengenai pembelajaran, pendidikan anak usia dini, pengembangan kreativitas, serta pemanfaatan media pembelajaran dalam proses pendidikan.

Puan Nur Hafizah Binti Jamaluddin menyampaikan apresiasi terhadap karya mahasiswa PIAUD sekaligus pelaksanaan kegiatan kolaboratif yang mempertemukan pengalaman akademik dan praktik pendidikan anak usia dini dari kedua institusi.

Kegiatan tersebut turut disaksikan sejumlah delegasi KUIJSI Malaysia, yakni Puan Norhayati Binti Mohd Noor, Pegawai Hal Ehwal Pelajar dan Alumni; Zaim Addli Bin Meskam, Kaunselor; serta Tuan Haji Mohamad Naim Bin Abd Ghani, Penolong Pegawai Hal Ehwal Pelajar dan Alumni.

Dari STAIN SAR Kepri, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan peran Prodi PIAUD dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pembelajaran berbasis praktik, pengembangan karya mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan jejaring internasional.

Kolaborasi KUIJSI dan Prodi PIAUD STAIN SAR Kepri diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang melalui berbagai agenda bersama, mulai dari pertukaran pengalaman akademik, pengembangan media pembelajaran, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen.

Lebih dari sekadar implementasi MoU, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi dapat dimulai dari ruang kelas, laboratorium, dan karya mahasiswa. Dari Laboratorium PAUD, kreativitas mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga tumbuh menjadi jembatan yang mempertemukan gagasan pendidikan Islam anak usia dini antara Indonesia dan Malaysia.

Melalui sinergi tersebut, KUIJSI dan STAIN SAR Kepri meneguhkan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan anak, sekaligus membangun ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, dan memberi dampak melampaui batas negara. (LF/Abrillia)