السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dukung Program Wajib Halal Oktober 2026, LP3H STAIN SAR Kepri Hadir Beri Layanan Sertifikasi Halal di MTQ Expo XII

  • 04 Juli 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 93
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen mendukung penguatan ekonomi umat melalui jaminan produk halal terus diwujudkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau. Melalui Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), STAIN SAR Kepri turut berpartisipasi dalam MTQ Expo XII Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di halaman Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau, Tepi Laut, Tanjungpinang, pada Sabtu (4/7/2026).

Keikutsertaan LP3H STAIN SAR Kepri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap implementasi program Wajib Halal Oktober (WHO) 2026, sekaligus memberikan layanan sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Riau.

MTQ Expo XII menjadi bagian dari rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang menghadirkan pelaku UMKM dari Kota Tanjungpinang serta enam kabupaten/kota lainnya di Kepulauan Riau. Kegiatan ini menjadi ruang promosi produk lokal sekaligus wadah memperkuat daya saing ekonomi daerah melalui pemberdayaan sektor usaha kreatif.

Pembukaan MTQ Expo XII dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Riau, Dra. Hj. Dewi Kumala Sari Ansar, M.Pd., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang Hj. Yuniarni Pustoko Weni, S.H., Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni, S.K.M., M.Si., serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.


Dalam sambutannya, Dewi Kumala Sari Ansar menegaskan bahwa bazar dan pameran tersebut bukan sekadar pelengkap penyelenggaraan MTQ, melainkan menjadi bagian dari strategi nyata dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Bazar dan pameran ini bukan sekadar hiburan untuk memeriahkan MTQ Provinsi Kepulauan Riau, tetapi diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam menunjang perekonomian masyarakat," ujarnya.

Melalui penyelenggaraan MTQ Expo XII, pemerintah berharap produk-produk unggulan daerah semakin dikenal di tingkat regional hingga mampu menembus pasar nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang yang konsisten bagi pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkembang melalui promosi, jejaring usaha, dan peningkatan kualitas produk.

Sebagai salah satu lembaga pendamping yang telah terdaftar, LP3H STAIN SAR Kepri memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM mengenai pentingnya sertifikasi halal sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi sekaligus upaya meningkatkan daya saing produk di pasar.

Kepala Unit Studi Halal STAIN SAR Kepri, Siti Maheran, Lc., LL.M., menyampaikan bahwa kehadiran LP3H dalam MTQ Expo XII merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung percepatan implementasi kebijakan jaminan produk halal di Indonesia.


Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM yang memerlukan pendampingan dalam memahami prosedur sertifikasi halal. Oleh karena itu, STAIN SAR Kepri terus berupaya memberikan layanan konsultasi, sosialisasi, dan pendampingan agar para pelaku usaha dapat memenuhi kewajiban sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku.

"Keikutsertaan kami pada MTQ Expo XII merupakan bentuk pengabdian STAIN SAR Kepri kepada masyarakat melalui layanan pendampingan sertifikasi halal. Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memahami pentingnya sertifikasi halal, tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk di pasar," ungkapnya.

Melalui partisipasi aktif dalam MTQ Expo XII, STAIN SAR Kepri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan UMKM yang berdaya saing, berkualitas, dan memenuhi standar jaminan produk halal. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ekosistem ekonomi halal yang inklusif serta berkontribusi terhadap penguatan perekonomian masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau. (LF/SM)